Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkab Maros

Maros Raih 3 Penghargaan Nasional dalam Sehari: Bukti Kepemimpinan Efektif dan Pembangunan Berdampak

Tiga penghargaan yang diraih dalam satu hari menjadi validasi bahwa strategi pembangunan Maros dijalankan secara konsisten, terukur, dan menyentuh

Tayang:
Editor: AS Kambie
TRIBUN-TIMUR.COM/Nurul Hidayah
SEMAKIN PADU- Bupati dan Wakil Bupati Maros Terpilih Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur saat sambutan merayakan kemenangan di Pilkada 2024 di Maros, Sulawesi Selatan, 27 November 2024. Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur disebut semakin padu dan sinergi hingga Pemkab Maros selalu mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat. 

Ringkasan Berita:3 Penghargaan dalam Sehari, 25 November 2025
1. Dari Kemendagri atas Penurunan Stunting: Komitmen Kesehatan dan Generasi Emas Maros
Diterima Bupati Maros H A S Chaidir Syam di Green Forest Bogor, Jawa Barat. Keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan.
2. IKK Kualifikasi Unggul dari LAN RI:  Diterima Wakil Bupati Maros A Mutazim Mansyur di Novotel Samator Surabaya, Jawa Timur. 
3. Pembangunan dan Pemberdayaan Desa dari APDESI: Fokus pada Akar Rumput dan Kesejahteraan

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Maros mencatat lagi sejarah baru dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Maros berhasil memboyong tiga penghargaan nasional dari tiga lembaga negara berbeda dalam waktu bersamaan, Selasa, 25 November 2025.

Chaidir Syam menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan Kabupaten Maros menurunkan angka stunting secara signifikan di Green Forest Bogor, Jawa Barat.

Pada waktu yang sama, Wakil Bupati Maros A Mutazim Mansyur mewakili Pemerintah Kabupaten Maros menerima penghargaan Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025 dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Novotel Samator Surabaya, Jawa Timur.

Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa arah pembangunan Maros berada pada jalur yang tepat. Kepemimpinan yang solid dan birokrasi yang bekerja secara terukur di bawah kepemimpinan Bupati Dr HA Chaidir Syam MH dan Wakil Bupati A Muetazim Mansyur ST MSi.

Penghargaan tersebut menegaskan keberhasilan Maros dalam tiga pilar utama pembangunan: kesehatan masyarakat, kua

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor melibatkan Puskesmas, tenaga kesehatan, PKK, kader desa, serta perangkat daerah terkait, yang bekerja secara sistematis melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, dan monitoring berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Maros menerima Penghargaan Sebagai Kabupaten dengan Kategori Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional. Kabupaten yang menerima sebanyak 197 Kabupaten/Kota/Provinsi dari 514 Kab/kota dan 38 Provinsi dari seluruh Indonesia.

Penghargaan diberikan Direktur Jenderal Pembangunan Daerah kemendagri TB Chaerul mewakili Menteri Dalam Negeri. Ini bentuk Apresiasi Pemerintah Pusat kepada daerah yang memiliki catatan Positif dalam melaksanakan Konvergensi Stunting. 

 Tindak Lanjut Percepatan Penanganan Penurunan Stunting di Kabupaten Kota diharapkan Pemerintah Daerah/Kota menyusun Konvergensi Stunting baik lagi sehingga program Nasional Penanganan Stunting bisa mencapai target prevalensi sebesar 19 persen.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan pencapaian statistik, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Maros. Komitmen pemerintah daerah memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan tumbuh optimal, sehat, dan berdaya saing.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Tidak ada satu pun capaian yang lahir tanpa gotong royong antara pemerintah, tenaga kesehatan, PKK, dan masyarakat desa. Komitmen kita sederhana tetapi fundamental: memastikan setiap anak di Maros tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengawal kesehatan generasi emas Maros,” kata Chaidir Syam.. 

Maros dianugerahi nilai IKK Kualifikasi UNGGUL, menandakan bahwa kebijakan publik yang dihasilkan bukan hanya responsif, tetapi juga berbasis analisis akademik, metodologis, dan memiliki mekanisme implementasi yang jelas.

Predikat “Unggul” ini menegaskan bahwa tata kelola Maros telah mengadopsi prinsip evidence-based policy making, di mana setiap kebijakan dirancang untuk memberikan hasil nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat. Penghargaan ini sekaligus menempatkan Maros sebagai salah satu daerah dengan kualitas birokrasi terbaik dan progresif di Indonesia.

Pengakuan ketiga datang dari DPP APDESI, yang memberikan penghargaan kepada Bupati AS Chaidir Syam atas Dedikasi, Komitmen, dan Kepeduliannya dalam mendorong pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat desa. Penghargaan ini diterima oleh Kepala Dinas PMD mewakili Bupati pada acara di Kementerian Desa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved