Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tiket Masuk Bantimurung Khusus Pelajar dan Mahasiswa Mulai Rp15 Ribu

Sementara pada hari libur, tarif ditetapkan Rp20 ribu per orang. Tarif wisatawan mancanegara juga turun

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
Tribun-Timur.com/ Nurul Hidayah
BANTIMURUNG MAROS - Suasana Taman Wisata Alam Bantimurung saat libur Kenaikan Isa Almasih. Pemerintah Kabupaten Maros resmi menurunkan tarif tiket masuk taman wisata Bantimurung bagi pelajar dan mahasiswa mulai tahun 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros resmi menurunkan tarif tiket masuk taman wisata Bantimurung bagi pelajar dan mahasiswa mulai tahun 2026.

Kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin berwisata dengan biaya lebih terjangkau saat musim liburan.

Penyesuaian tarif itu dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Maros menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Retribusi yang telah dibahas sejak awal tahun 2026.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Maros, Suardi Sawedi mengatakan, pemberlakuan tarif baru sempat tertunda karena pemerintah harus menyesuaikan sistem aplikasi tiket elektronik.

Menurutnya, proses perubahan tarif membutuhkan penyesuaian perangkat lunak pada sistem e-ticketing yang digunakan di lokasi wisata.

“Karena ini menggunakan aplikasi e-ticket, kita harus menyiapkan perangkat dan anggarannya terlebih dahulu. Kami baru saja berhasil berkoordinasi dengan pihak rekanan untuk membuat slot khusus perubahan harga ini,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, perubahan tarif cukup signifikan mencapai 50 persen.

Untuk hari kerja, tarif tiket pelajar dan mahasiswa kini menjadi Rp15 ribu per orang.

Sementara pada hari libur, tarif ditetapkan Rp20 ribu per orang.

"Sebelumya Rp35 hari biasa, sementara weekend Rp40 ribu," bebernya.

Tak hanya itu, tarif wisatawan mancanegara juga mengalami penurunan sebesar Rp50 ribu.

"Dari sebelumnya Rp250 ribu, kini menjadi Rp200 ribu per orang," sebutnya.

Mantan Camata Cenrana itu menyebut kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah melihat mayoritas pengunjung objek wisata di Maros berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan anak-anak.

Oleh karena itu, pemerintah ingin menghadirkan harga tiket yang lebih ramah agar minat masyarakat untuk berkunjung semakin meningkat.

“Signifikan terasa kalau harganya diturunkan. Harapannya, dengan harga tiket yang lebih murah, minat orang untuk berkunjung semakin tinggi,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved