Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Peminat Lelang Jabatan di Maros Baru 5 Orang, Pendaftaran Ditutup 4 Hari Lagi

Andi Davied Syamsuddin mengatakan masa pendaftaran masih akan berlangsung hingga 24 Oktober 2025

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Nurul Hidayah/Tribun Maros
Lelang Jabatan - Mutasi ASN Eselon II di ruang pola Kantor Bupati Maros beberapa waktu lalu. Hingga hari ke-11 sejak pendaftaran dibuka, baru lima orang yang mendaftar dalam lelang jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Hingga hari ke-11 sejak pendaftaran dibuka, baru lima orang yang mendaftar dalam lelang jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.

Padahal, Pemkab Maros membuka sepuluh posisi jabatan strategis untuk dilelang secara terbuka bagi aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi syarat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan masa pendaftaran masih akan berlangsung hingga 24 Oktober 2025.

“Masih lima orang yang mendaftar sampai hari ini. Pendaftarannya masih dibuka sampai tanggal 24 Oktober,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Meski jumlah pelamar masih minim, Davied memastikan proses seleksi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi terbuka (pansel).

Ia menyebutkan, sejauh ini sudah ada tujuh jabatan yang mulai diminati oleh peserta.

“Yang sudah ada pendaftarnya antara lain Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,” jelasnya.

Mantan Kadis DLH ini berharap jumlah pelamar akan bertambah menjelang penutupan pendaftaran.

“Semua pendaftaran dilakukan melalui laman asnkarier.bkn.go.id dengan akun MyASN masing-masing peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan  seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Prosesnya transparan dan akan dilakukan sesuai ketentuan. Kami ingin memastikan hanya yang benar-benar layak dan kompeten yang akan lolos,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Maros ini juga membuka ruang partisipasi publik dalam proses seleksi, dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan masukan atau informasi mengenai rekam jejak peserta.

“Masukan dari masyarakat bisa disampaikan melalui email sekretariat panitia seleksi,” katanya

Ia menambahkan, pada tahap akhir dirinya akan melakukan wawancara langsung dengan peserta yang lolos hingga tahap final seleksi.

“Wawancara akhir nanti akan saya lakukan sendiri bersama tim pansel,” ujarnya.

Adapun panitia seleksi (pansel) terdiri dari empat orang yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas di bidangnya.

Mereka adalah Sekda Maros Andi Davied Syamsuddin selaku koordinator, didampingi oleh Muhammad Aswad, Sukarniati Kondolele, Lukman Irwan, dan Prof. Abd. Rasyid.

Chaidir menjelaskan, seleksi terbuka ini tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat internal Pemkab Maros, tetapi juga bagi ASN dari luar daerah yang memenuhi persyaratan administratif dan kompetensi.

“Seleksi ini terbuka bagi semua ASN, baik dari Maros maupun luar daerah, sepanjang memenuhi kriteria dan ketentuan,” ucapnya.

Secara keseluruhan, terdapat sepuluh jabatan eselon II yang dilelang pada tahun ini.

Diantaranya Sekretaris DPRD, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kepala Dinas Kependudukan dan KB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perhubungan.

"Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,” paparnya.

Ia memastikan, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif untuk menjaring pejabat yang profesional dan berintegritas.

“Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan kompetitif. Tujuannya untuk mendapatkan pejabat yang kompeten dan bisa mendukung kinerja pemerintah daerah,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved