Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MTQ Sulsel 2026

Omzet Pedagang Souvenir di MTQ Sulsel Tembus Rp 6 Juta Per Malam

Perputaran uang selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV di Sulsel

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
STAND UMKM - Suasana di depan stand UMKM di venue MTQ Sulsel, di Turiklae, Kabupaten Maros, Sulsel, Ahad atau Minggu (13/4/2026) kemarin. Perputaran uang selama pelaksanaan MTQ diperkirakan mencapai Rp30 hingga Rp50 miliar. 

TURIKALE, TRIBUN-TIMUR.COM - Perputaran uang selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan diperkirakan mencapai Rp30 hingga Rp50 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, Andi Syam Sophyan mengatakan angka tersebut mencakup seluruh aktivitas ekonomi selama event berlangsung.

“Angka ini termasuk transaksi pedagang di luar stand UMKM, seperti kuliner di sekitar lokasi kegiatan, transportasi, akomodasi, hingga jasa lainnya,” katanya Ahad atau Minggu (12/4/2026) kemarin.

Acara akan berlangsung selama lebih dari sepekan, Jumat hingga Sabtu, 10-18 April 2026.

Namun, warga "tumpah" di Lapangan Pallantikang pada malam pembukaan, kemarin.

Andi Syam menjelaskan, pihaknya menyiapkan sebanyak 150 tenant, terdiri dari 110 UMKM lokal dan 40 UMKM dari luar daerah.

Ia menyebut, pelaksanaan MTQ memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan omzet pelaku usaha.

“Banyak pelaku usaha melaporkan omzet naik dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa, bahkan ada yang mencapai empat sampai lima kali lipat pada puncak acara,” jelasnya.

Baca juga: Wakil Bupati Maros Ketua Panitia, Pembukaan MTQ Sulsel Bertabur Kepala Daerah dan Artis Haddad Alwi

Selain itu, ajang ini juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Mereka berkesempatan bertemu langsung dengan pengunjung dari berbagai daerah, sehingga memperluas jaringan pelanggan maupun mitra bisnis.

“Ini juga menjadi promosi gratis bagi produk unggulan daerah. Pelaku usaha bisa memperkenalkan produknya ke khalayak luas dan meningkatkan brand awareness,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, turut memberikan dukungan fasilitas melalui event organizer (EO), seperti penyediaan stand dengan biaya terjangkau serta bantuan teknis guna meningkatkan kualitas produk.

“Dampaknya juga berkelanjutan. Ada pelaku usaha yang mendapatkan pesanan berulang setelah acara selesai,” imbuhnya.

Untuk kisaran omzet, ia menyebutkan pedagang UMKM kecil, khususnya kuliner, dapat meraih Rp300 ribu hingga Rp2 juta per hari.

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas dan Dampak Ekonomi Lokal pada Pembukaan MTQ Sulsel di Maros 2026

Pedagang souvenir dan kerajinan bahkan bisa meraup omzet hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta per malam, terutama saat malam pembukaan maupun penutupan MTQ.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved