Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

7 Ribu KK di 9 Desa di Maros Terdampak Krisis Air Bersih

Sekitar 7 ribu kepala keluarga (KK) yang tersebar di sembilan desa dan kelurahan dalam kecamatan ini.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
ISTIMEWA
Penyaluran air - Suasana penyaluran air bersih di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan distribusi air bersih diprioritaskan ke daerah dengan tingkat kekeringan terparah. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros akan menyalurkan bantuan air bersih untuk wilayah yang terdampak kekeringan.

Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan distribusi air bersih diprioritaskan ke daerah dengan tingkat kekeringan terparah.

Ia menyebut, Kecamatan Bontoa menjadi lokasi paling terdampak.

Sekitar 7 ribu kepala keluarga (KK) yang tersebar di sembilan desa dan kelurahan dalam kecamatan ini.

“Hampir semua wilayah di Bontoa terdampak. Setelah kami melakukan imbauan, seluruh desa dan kelurahan di Bontoa langsung memasukkan permintaan resmi untuk penyaluran air bersih,” ujar Mantan Kepala Dinas Kopurindag ini, Jumat (29/8/2025).

Selain Bontoa, Kecamatan Lau juga menjadi perhatian, khususnya di Desa Maccini Baji dan Desa Martiro Deceng.

“Di Lau ada sekitar 2.500 KK yang terdampak. Mereka juga sudah mengajukan permohonan bantuan,” tambahnya.

Sementara di Kecamatan Maros Baru, jumlah KK yang terdampak cukup besar, mencapai 8 ribu KK.

Namun, penyaluran di kecamatan ini masih terbatas hanya di beberapa kelurahan dan desa.

“Kendalanya adalah keterbatasan anggaran dan armada. Saat ini hanya ada dua armada BPBD dan dua armada pinjaman dari Damkar, sehingga total empat armada yang beroperasi setiap hari,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya memprioritaskan wilayah yang paling parah mengalami krisis air bersih.

Towadeng menambahkan, untuk penyaluran tahun ini, BPBD Maros menyiapkan anggaran sekitar Rp30 juta.

Meski begitu, pihaknya tetap menunggu data resmi dari pemerintah setempat sebelum menyalurkan bantuan.

“Dasarnya adalah penyampaian dari desa atau kelurahan. Setelah itu baru bisa kami tindaklanjuti,” katanya.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan pemerintah daerah akan menambah dukungan anggaran melalui skema Bantuan Tidak Terduga (BTT).

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved