TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - RT/RW 001 Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kota Makassar, berinisiatif memasang spanduk imbauan pemilahan sampah di sejumlah titik strategis di lorong-lorong permukiman warga.
Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat edukasi pemilahan sampah yang selama ini terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Ketua RW 001 Kelurahan Baji Mappakasunggu, Sasmiah, mengatakan pemasangan spanduk mulai dilakukan sejak Sabtu (13/6/2026) malam dan dilanjutkan Minggu hari ini.
Pemasangan dilakukan bertahap di sembilan RT yang berada di wilayah RW 001.
“Kalau malam pertama kami pasang di RT 001 ada tiga banner, RT 005 satu banner, dan RT 006 dua banner, kemudian menyusul di RT lainnya hingga pagi tadi,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Secara keseluruhan, jumlah spanduk yang dipasang mencapai sekitar 20 lembar.
Menurut Sasmiah, lokasi pemasangan dipilih di pintu masuk lorong, dekat sekolah, pos ronda, kawasan permukiman, hingga area yang sering dilalui masyarakat.
Ia mencontohkan di RT 001, spanduk dipasang di pintu masuk wilayah, samping sekolah, dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga.
Sementara di RT lainnya, pemasangan juga dilakukan di dekat gerbang, sepanjang lorong, area Posyandu, dan titik yang menjadi perhatian masyarakat.
“Pokoknya kami pasang di jalan-jalan lorong yang memang dilalui orang. Jadi siapapun yang lewat langsung lihat,” katanya.
Sasmiah menjelaskan warna spanduk sengaja dibuat mencolok, warna kuning, agar pesan tentang pentingnya pemilahan sampah lebih mudah menarik perhatian.
Menurutnya, ide pemasangan spanduk muncul dari hasil diskusi bersama para ketua RT saat melakukan rapat dan menjalankan posko keamanan lingkungan.
Awalnya, kata dia, edukasi hanya dilakukan melalui penyampaian langsung kepada warga.
Namun cara tersebut dinilai membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau seluruh masyarakat.
“Kalau hanya disampaikan langsung mungkin prosesnya lama. Tapi kalau ada banner, siapapun yang lewat bisa membaca dan lebih cepat memahami,” jelasnya.
Meski demikian, pemasangan spanduk tidak menggantikan edukasi langsung.
Sasmiah mengatakan pihaknya tetap turun ke lapangan untuk mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah masing-masing.
"Tetap kita lakukan sosialisasi tatap muka, tidak berhenti pada spanduk saja, itu sudah aktivitas rutin kami," ucapnya.
Sementara itu, Lurah Baji Mappakasunggu, Abdul Rasyid Syahrul, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan RT/RW.
Ia menilai pemasangan spanduk menjadi langkah kreatif yang dapat memperkuat kesadaran masyarakat serta mendukung tercapainya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
"Kami mendukung terus RT/RW berinovasi mengubah kebiasaan masyarakat. Persolaan sampah ini menjadi penting, harus kita kelola sejak dari sumbernya," jelasnya.(*)