Sekolah di Pesantren adalah Jalan Keselamatan
Menurut dia, keputusan orang tua menyekolahkan anak di pesantren sesungguhnya merupakan ikhtiar untuk menjaga jalan kebaikan dan kebenaran
TRIBUN-TIMUR.COM - Sekolah di pesantren adalah jalan keselamatan.
Sebab, di pesantren diharapkan Allah SWT menitipkan keberkahan bagi para santri.
"Kita berharap dengan menyekolahkan anak-anak kita di pesantren, Allah SWT akan menurunkan keberkahan melalui ilmu dan pembinaan karakter," kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Dakwah Islamiyah Gowa, Ustaz Muzayyin Arif, M.Pd., saat menyampaikan sambutan pada wisuda santri Darul Istiqamah Gowa, Darul Istiqamah Boarding School, dan Sekolah Tahfidzul Quran, Ahad, 14 Juni 2026, di Aula Pusdiklat Unismuh Makassar.
Pada kesempatan itu, Muzayyin mengajak para orang tua memandang pendidikan pesantren sebagai investasi keimanan yang akan menjadi fondasi utama menghadapi tantangan kehidupan pada masa depan.
Mantan Pimpinan DPRD Sulsel itu kemudian mengutip doa Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Surah Ibrahim ayat 37 sebagai pelajaran penting bagi para orang tua dalam mendidik generasi.
"Nabi Ibrahim menitipkan keluarganya di sebuah lembah yang tidak memiliki tanaman dan secara kasat mata tidak menjanjikan masa depan duniawi. Namun di tempat itu ada Baitullah, tempat nama Allah diagungkan. Dari kisah itu kita belajar bahwa fondasi iman harus menjadi prioritas dalam membangun masa depan anak."
Menurut dia, keputusan orang tua menyekolahkan anak di pesantren sesungguhnya merupakan ikhtiar untuk menjaga jalan kebaikan dan kebenaran di tengah berbagai tantangan zaman.
"Menyekolahkan anak di pesantren adalah jalan keselamatan. Kita berharap di tempat seperti ini Allah menitipkan jalan kebaikan dan jalan kebenaran bagi anak-anak kita," ujarnya.
Ia menilai dunia saat ini sedang menghadapi berbagai perubahan besar yang memengaruhi kehidupan generasi muda, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga semakin beratnya persaingan hidup.
"Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Ekonomi susah. Cari kerja susah. Banyak orang tua cemas memikirkan masa depan anak-anaknya. Lapangan pekerjaan semakin kompetitif, tantangan hidup semakin besar. Namun kita percaya tidak ada yang sulit bagi generasi Darul Istiqamah yang memiliki fondasi iman yang kuat dan memiliki pegangan dalam menghadapi segala perubahan," urainya.
Muzayyin juga mengingatkan para santri agar menjaga nilai-nilai yang telah mereka pelajari selama berada di lingkungan pesantren.
"Anak-anakku santri, jagalah diri kalian dan sayangi diri kalian. Jangan sampai apa yang telah diproses selama bertahun-tahun di pesantren hilang begitu saja ketika kalian meninggalkan lingkungan ini."
Menurutnya, kedisiplinan dalam beribadah merupakan modal yang jauh lebih berharga daripada sekadar capaian akademik.
"Apa yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang menjaga tahajudnya, menjaga salat sunnah sebelum Subuhnya, menjaga salat Duhanya, dan menjaga hubungannya dengan Allah? Orang yang dekat dengan Allah akan selalu memiliki harapan dan jalan keluar," paparnya.
Kembangkan Pesantren, Buka Peluang Global
| KPR 40 Tahun Dinilai Bisa Dongkrak Penjualan Rumah di Sulsel |
|
|---|
| Pokja Bunda PAUD Makassar Perkuat Sinergi Lintas Sektor demi Tingkatkan Kualitas |
|
|---|
| Pengacara Hingga Kepala Cabang Pegadaian Jadi Alumni Kahfi Halide Motivator School Makassar |
|
|---|
| Transaksi Ekspor Sulsel Naik saat Rupiah Melemah, Capai 121 Juta USD pada April 2026 |
|
|---|
| Kahfi Halide Motivator School Wisuda 69 Mahasiswa Angkatan V dan VI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-Dewan-Pembina-Yayasan-Dakwah-Islamiyah-Gowa-Ustadz-Muzayyin-Arif.jpg)