TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lapak Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, kini telah dibongkar total setelah sebelumnya menjadi sorotan karena berdiri di atas drainase.
Pembongkaran dilakukan secara bertahap.
Pihak pengelola lebih dulu membongkar tenda secara mandiri pada Kamis (11/6/2026) malam.
Kemudian pemerintah kecamatan melanjutkan pembongkaran sisa bangunan yang masih menutupi drainase pada Jumat (12/6/2026) pagi.
Camat Mamajang M Rizal mengatakan pembongkaran mandiri dilakukan setelah pemerintah memberikan teguran lisan, teguran tertulis, hingga rencana eksekusi.
"Alhamdulillah setelah kita lakukan proses peneguran secara lisan, tertulis, hingga eksekusi, tadi malam mereka membongkar sendiri," ujarnya.
Menurut Rizal, saat tim turun ke lokasi pada Jumat pagi, masih terdapat coran yang menutup drainase sehingga dilakukan pembongkaran lanjutan.
"Memang baru tendanya yang mereka bongkar malamnya, masih ada coran. Nah, ini yang kami bongkar untuk memperjelas bahwa kami memang tegas dalam hal itu," katanya.
Selain pelanggaran pemanfaatan drainase, pemerintah kecamatan juga menemukan persoalan lain terkait pengelolaan limbah usaha tersebut.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya dugaan pembuangan limbah minyak dan sisa produksi makanan ke saluran drainase.
Karena itu, Kecamatan Mamajang akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Kami akan konsultasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan terkait persoalan limbah yang terbuang ke drainase," jelasnya.
Rizal mengungkapkan pihaknya menerima laporan warga terkait dampak limbah yang diduga dibuang ke saluran air di sekitar lokasi usaha.
Meski lapak telah dibongkar, persoalan limbah tetap akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam proses penertiban tersebut, pemerintah kecamatan melibatkan Satpol PP Kota Makassar, personel bantuan kendali operasi (BKO) kecamatan, serta Dinas Pemadam Kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran turut melakukan penyemprotan dan pembersihan drainase yang ditemukan mengalami penyumbatan akibat timbunan lemak bercampur pasir.
"Di lokasi ditemukan drainase yang mulai buntu karena sudah padat lemaknya dan bercampur dengan pasir," ujarnya.
Rizal memastikan saat ini seluruh bagian lapak yang berada di atas drainase maupun badan jalan telah dibongkar.
"Sudah bongkar total. Semua kosong sekarang," katanya.
Ia juga membantah anggapan bahwa pemerintah kecamatan melakukan penertiban secara tebang pilih.
Menurutnya, masih ada sejumlah lokasi lain yang akan ditertibkan, khususnya pedagang yang berjualan di atas drainase dan melanggar aturan tata ruang.
"Apa yang disangkakan kepada kami bahwa pemerintah Kecamatan Mamajang tebang pilih, itu tidak benar. Masih ada beberapa wilayah yang akan kami progres untuk peneguran secara lisan dan tertulis sesuai tahapan yang berlaku," tegasnya.
Rizal menambahkan, penertiban akan terus dilakukan secara bertahap sembari pemerintah kecamatan melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang masih melanggar aturan.
"Kami juga terus menyisir wilayah yang masih terdapat pedagang yang berjualan di atas drainase," ucapnya.
Tribun-Timur mengirimkan permintaan wawancara kepada pemilik Pallubasa Serigala, namun hingga berita ini ditulis, permintaan wawancara tersebut tidak berbalas.