Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Besok, DPRD Sulsel Pertemukan Kadisdik dan Kepsek yang Dipaksa Mundur Massal

DPRD Sulsel juga berencana menghadirkan kepala sekolah yang dikabarkan telah menandatangani surat pengunduran diri.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
KEPSEK MUNDUR – Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, saat memimpin rapat di gedung sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (8/6/2026). Komisi E akan memanggil Kepala Disdik Sulsel, Andi Iqbal Nadjamuddin, untuk meminta penjelasan terkait polemik pengunduran diri sejumlah kepala SMA dan SMK. 

TRIBUN-TIMUR, MAKASSAR - DPRD Sulsel akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Andi Iqbal Nadjamuddin, untuk memberikan penjelasan terkait polemik pengunduran diri sejumlah kepala SMA dan SMK. 

Persoalan tersebut menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. 

Andi Iqbal akan dihadirkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar  Jumat (12/6/2026) pukul 10.00 Wita.

DPRD Sulsel juga berencana menghadirkan kepala sekolah yang dikabarkan telah menandatangani surat pengunduran diri.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, mengaku telah mendengar informasi mengenai adanya kepala sekolah yang diminta menandatangani surat pengunduran diri.

“Untuk menindaklanjuti isu tersebut, Komisi E DPRD Sulsel menjadwalkan RDP pada Jumat pagi pukul 10.00 Wita,” kata Andi Tenri kepada Tribun Timur, Kamis (11/6/2026).

Menurut Andi Tenri Indah, informasi mengenai pengunduran diri kepala sekolah masih perlu diklarifikasi. 

Namun, ia baru menerima kabar adanya kepala SMA yang diminta menandatangani surat pengunduran diri saat berada di Parepare.

Olehnya, Komisi E akan terlebih dahulu menggelar rapat internal sebelum meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan Sulsel dan pihak terkait.

“Setelah itu kami akan mengundang kepala dinas dan kepala sekolah yang terkonfirmasi menandatangani surat pengunduran diri. Kita tanya apa maksud dan tujuannya sampai menandatangani surat mengundurkan diri,” katanya.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan dewan perlu mengetahui alasan di balik pengunduran diri para kepala sekolah tersebut.

Termasuk dasar evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Sulsel.

“Sebenarnya apa tujuannya seperti ini. Kalau ada kesalahan atau temuan, tentu ada mekanisme dan pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Andi Tenri Indah mengaku prihatin dengan kabar yang beredar karena menyangkut para kepala sekolah yang selama ini menjalankan tugas mengelola satuan pendidikan.

“Kasihan juga teman-teman kepala sekolah yang sudah berjuang di sekolahnya. Kita tidak tahu apa maksud dan tujuannya ini,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved