Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Sulsel Dalami Isu Kepsek SMA Mundur Serentak, Komisi E Panggil Disdik

Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin sendiri menyebut evaluasi terus berjalan terhadap kinerja kepala SMA dan SMK.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Istimewa/Andi Tenri Indah
KEPSEK MUNDUR - Ketua Komisi E DPRD Sulsel Andi Tenri Indah. Komisi E Bakal memanggil Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin sekaitan hebohnya ratusan kepsek mundur dari jabatan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polemik pengunduran diri kepala sekolah SMA dan SMK di Sulawesi Selatan (Sulsel) hebohkan publik.

Mundurnya para kepala sekolah ini viral di media sosial.

Kabar ini pun sudah dikonfirmasi Dinas Pendidikan Sulsel.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel Andi Tenri Indah juga sudah mendengar kabar pengunduran diri para kepala sekolah.

Bahkan kabar yang ia terima, para kepala sekolah ini diminta menandatangani surat pengunduran diri.

"Kita baru dengar desas desus. Tadi kita kunjungan pansus di Parepare.  Katanya ada kepsek SMA yang diminta menandatangani surat pengunduran diri," ujar Andi Tenri Indah kepada Tribun-Timur.com pada Senin (8/6/2026).

Andi Tenri Indah mengaku segera menindaklanjuti kabar tersebut.

Baca juga: Jabatan Lowong Kepala SMA-SMK Bertambah, Seleksi Kepsek Dipetakan Ulang

Dirinya akan mengumpulkan legislator Komisi E DPRD Sulsel dalam rapat internal pada Rabu (10/6).

Setelah itu, pihaknya akan memanggil Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin.

Bahkan Andi Tenri Indah ingin memanggil kepala sekolah yang terkonfirmasi mengundurkan diri.

"Setelah teman-teman pulang pansus, Rabu kami akan rapat internal komisi. Setelah itu kami akan mengundang kepala dinas, terkonfirmasi menandatangani kepsek SMA/SMK. Kita tanya apa maksud dan tujuannya sampai menandatangani surat mengundurkan diri," jelasnya.

"Sebenarnya apa tujuannya seperti ini, kalau kesalahan temuan kan itu ada yang bertanggungjawab," lanjutnya.

Andi Tenri Indah mengaku ingin mendalami alasan pengunduran diri massal para kepala sekolah.

Jumlahnya disinyalir mencapai ratusan orang.

"Kasihan juga teman-teman kepala sekolah yang sudah berjuang di sekolahnya. Kita tidak tau apa maksud dan tujuannya ini," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved