Musim Nikah Usai Idul Adha, 76 Pasangan Mendaftar di KUA Barru
Memasuki pertengahan tahun antusiasme warga untuk melangsungkan pernikahan dilaporkan melonjak.
Penulis: Segitarius | Editor: Saldy Irawan
“Warga sudah tidak buru-buru menikah. Kalau dulu, orang sudah tamat sekolah SMP atau SMA langsung menikah. Sekarang, orang lebih memilih melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Orang sekarang sudah memahami pentingnya sekolah,” ungkap Muhammad Risa.
Fenomena melonjaknya angka pernikahan setelah Idul Adha ternyata bukan tanpa alasan.
Selain dianggap sebagai bulan yang baik, ada faktor sosiologis dan ekonomi yang melatarbelakanginya.
Penyuluh Agama Islam KUA Barru, Muhammad Husaini mengungkapkan bahwa memilih tanggal pernikahan setelah hari raya besar Islam sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Bugis Barru.
“Fenomena menikah setelah Idul Adha ini sudah turun-temurun dari orang tua. Biasanya setelah Idul Fitri dan Idul Adha, masyarakat merasa tidak terlalu banyak beban,” jelasnya.
Secara umum, fenomena "musim kawin" pasca-Lebaran Kurban ini juga menunjukkan tingginya kesadaran warga Barru untuk tertib administrasi negara dalam membangun mahligai rumah tangga.
Pihak KUA di masing-masing kecamatan pun memastikan tetap memberikan layanan prima.
Dan juga pendampingan ekstra bagi para catin agar seluruh proses sakral tersebut berjalan lancar sesuai regulasi yang berlaku.(*)
| PMII Barru Buka PKD IV Se-Indonesia Timur, Tekankan Penguatan Nilai Lokal di Era Globalisasi |
|
|---|
| Penjualan Antena UHF di Barru Masih Lesu Jelang Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Viral di Medsos, Air Terjun Tomagelli Barru Tawarkan Sensasi Ayunan di Bawah Curug Setinggi 50 Meter |
|
|---|
| Delapan Anak Dibawah Usia 19 Tahun di Sidrap Tercatat Sudah Menikah |
|
|---|
| Pendaftaran Nikah di Pattallassang Takalar Turun, Tradisi Cari Hari Baik Masih Kuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Momen-setelah-Hari-Raya-Idul-Adha-2026-666.jpg)