Jamaah Haji Pulang, Undangan Nikah Datang
Sedangkan bulan Ramadan, selalu dihindari untuk menghelat akad dan resepsi nikah bagi umat Islam di Sulawesi Selatan.
BPS juga mengkonfirmasi dalam satu dekade terakhir, sejak 2014 tren angka pernikahan terus menurun.
Tahun 2014 tercatat 2,1 juta dan turun terus antara 31 ribu hingga 50 ribu tiap tahún.
Ali Yafid: Semua Hari Baik
Dari dulu tren masyarakat memilih waktu tertentu untuk menikahkan anaknya.
Ada yang menjelang Ramadan, ada juga setelah Ramadan.
Musim haji biasanya jmenjadi salah satu bulan yang dipilih masyarakat untuk menggelar pernikahan.
Fenomena tersebut diyakini baik oleh sebagian warga Bugis-Makassar.
Ini lebih kepada tradisi yang berkembang di masyarakat.
Dalam ajaran Islam tidak ada ketentuan yang mengharuskan pernikahan dilaksanakan pada bulan atau musim tertentu.
"Saya rasa semua hari baik untuk melaksanakan pernikahan, selama keluarga bisa mempersiapkan semuanya dengan baik," ujarnya.
Tradisi menggelar pernikahan setelah musim haji hingga kini masih bertahan di sejumlah daerah di Sulsel.
Selain dianggap membawa keberkahan, momentum tersebut juga dinilai tepat karena banyak anggota keluarga yang telah berkumpul setelah rangkaian ibadah haji berakhir.(*)
| Tak Hanya Ibadah, Ekosistem Haji Bisa Jadi Gerbang Ekspor Produk Halal Indonesia ke Arab Saudi |
|
|---|
| Perkuat Perlindungan Jamaah, Kemenhaj Kaji Sistem Pembayaran Terpusat Umrah |
|
|---|
| Jamaah Haji Asal Makassar Pakai Baju Turung Sejak dari Bandara Arab Saudi: Ini Identitas Kami |
|
|---|
| Paspor Hilang Jelang Pulang Haji, Mak Ijah Akhirnya Bisa Tersenyum Berkat Gerak Cepat Petugas |
|
|---|
| Jemaah Haji Asal Bone Simpan Kain Ihram untuk Kafan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-05-Kepala-Kemenag-Sulsel-Ali-Yafid.jpg)