Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pildun 2026

Siap-siap Gigit Jari: Warga Toraja Utara, Soppeng, Wajo Tak Bisa Nikmati Nobar Gratis Piala Dunia

Firmansyah Syaiful, mengatakan penggunaan Set Top Box (STB) tidak menjadi solusi bagi wilayah yang masuk kategori blank spot.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
PIALA DUNIA - Foto PIC Nobar Piala Dunia 2026 wilayah Sulsel, Firmansyah Syaiful, dikirim ke Tribun-Timur.com, Rabu (3/6/2026). Tiga daerah di Sulsel dipastikan tidak dapat menikmati nonton bareng atau nobar Piala Dunia 2026 secara gratis. 

Ringkasan Berita:
  • Warga di tiga wilayah Sulawesi Selatan, yakni Toraja Utara, Soppeng, dan Sengkang (Wajo), tidak bisa menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 secara gratis karena masuk kategori blank spot. 
  • Penyelenggara nobar di daerah tersebut wajib menggunakan receiver khusus melalui paket komersial yang disediakan penyelenggara resmi.
  • Firmansyah Syaiful, masyarakat yang ingin menggelar nobar di Toraja Utara, Soppeng, dan Sengkang harus membeli paket komersial.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga di tiga daerah di Sulsel dipastikan tidak bisa menikmati nonton bareng Piala Dunia 2026 secara gratis.

Mereka harus memasang receiver khusus berbayar karena wilayahnya masuk kategori blank spot atau kondisi tidak tersentuh / tercover sinyal komunikasi.

Ketiga daerah tersebut yakni Toraja Utara, Soppeng, dan Sengkang (Wajo).

PIC Nobar Piala Dunia 2026 wilayah Sulsel, Firmansyah Syaiful, mengatakan penggunaan Set Top Box (STB) tidak menjadi solusi bagi wilayah yang masuk kategori blankspot.

Masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin menggelar nobar di Toraja Utara, Soppeng, dan Sengkang harus menggunakan receiver khusus yang disediakan melalui paket komersial.

“Jadi ada tiga daerah blank spot, Toraja Utara, Soppeng dan Sengkang," ujar Firmansyah saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Akhir Manis Karier Cristiano Ronaldo, Ketua Bawaslu Luwu Harap Portugal Juara Piala Dunia 2026

Di luar tiga daerah tersebut bisa nobar baik menggunakan antena digital ataupun parabola gratis.

Masyarakat yang berada di wilayah blank spot tetap dapat menyelenggarakan nobar secara legal dengan membeli paket komersial yang telah disiapkan penyelenggara.

Setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran paket, receiver khusus akan dipasang untuk mendukung penerimaan siaran pertandingan.

“Jika masyarakat yang masuk dalam tiga daerah blankspot ingin melaksanakan nobar, harus memasang receiver khusus atau membayar paket komersial untuk dipasangkan receiver," ujarnya.

Misalnya di Soppeng mau mengadakan nobar maka bisa membeli paket komersial kemudian dipasangkan receivernya gratis.

Selain mengatasi kendala siaran di wilayah blank spot, paket komersial tersebut juga menjadi syarat bagi penyelenggara yang ingin menggelar nobar dalam skala usaha atau kegiatan yang melibatkan banyak penonton.

Berdasarkan ketentuan penyelenggaraan nobar komersial Piala Dunia 2026, tarif yang dikenakan dibagi berdasarkan kapasitas penonton di lokasi kegiatan.

Untuk kapasitas hingga 50 orang dikenakan biaya Rp10 juta per lokasi.

Kapasitas 51–100 orang dikenakan tarif Rp15 juta, sedangkan kapasitas 101–200 orang sebesar Rp20 juta.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved