Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎Camat Tamalate: Sampah Bernilai Ekonomis Harus Masuk Bank Sampah

‎Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi langkah penting untuk memastikan setiap jenis sampah dikelola sesuai peruntukannya. 

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
BANK SAMPAH - Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani menegaskan bahwa sampah anorganik harus dibawa ke Bank Sampah Unit (BSU), sedangkan sampah residu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). ‎ 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani menegaskan bahwa sampah anorganik harus dibawa ke Bank Sampah Unit (BSU), sedangkan sampah residu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

‎Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi langkah penting untuk memastikan setiap jenis sampah dikelola sesuai peruntukannya. 

‎Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang tidak dapat diolah harus dibuang ke TPA.

‎Sampah anorganik merupakan sisa material yang tidak berasal dari makhluk hidup. Jenis sampah ini sulit terurai secara alami, namun masih dapat didaur ulang atau digunakan kembali.

‎Contoh sampah anorganik antara lain plastik seperti botol dan kantong kresek, logam seperti kaleng dan paku, kaca berupa pecahan botol, kertas seperti kardus dan koran, karet dari ban bekas, hingga limbah elektronik seperti kabel dan baterai.

‎Sementara itu, sampah residu merupakan sisa sampah di luar kategori lain yang sama sekali tidak dapat didaur ulang maupun diolah kembali.

‎Beberapa contoh sampah residu adalah popok sekali pakai, tisu bekas pakai, puntung rokok, serta kertas termal yang umum digunakan sebagai struk belanja.

‎"Sampah yang dibawa ke BSU adalah sampah anorganik yang kering, bersih, dan memiliki nilai ekonomis (bisa didaur ulang). Sampah ini sengaja dipilah dari rumah agar tidak tercampur dengan sampah basah," ujarnya kepada Tribun Timur, Kamis (4/6/2026). 

‎Saat ini terdapat 24 Bank Sampah Unit (BSU) yang aktif di Kecamatan Tamalate. 

‎Keberadaan BSU tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

‎Aril mengatakan pihaknya terus mendorong pembentukan bank sampah di tingkat kelurahan maupun lingkungan RT dan RW agar pengelolaan sampah semakin dekat dengan masyarakat.

‎Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif warga dan para pemimpin wilayah.

‎"Pengelolaan sampah harus berbasis masyarakat dengan didukung oleh pemerintah dan pemimpin wilayah, dalam hal ini RT/RW," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved