Pemprov Sulsel Masih Berutang Dana Bagi Hasil 2024 Rp200 Miliar
Pemprov bersama DPRD Sulsel telah sepakat mengatur skema pembayaran utang DBH
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Imam Wahyudi
Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin, menyatakan total utang belum dibayarkan Pemprov Sulsel mencapai Rp12 miliar.
"DBH yang masih terutang sekira Rp12 miliar," katanya.
Tunggakan itu terdiri atas DBH November 2024 senilai Rp4,9 miliar dan Desember sebesar Rp7,6 miliar.
Anggaran tersebut berasal dari sejumlah sektor pajak.
Mulai dari pajak kendaraan bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, hingga pajak air permukaan.
Kabid Perbendaharaan Maros, Salmiati, menambahkan pembayaran DBH terakhir diterima Maros hanya sampai Oktober 2024.
"Untuk 2024 sampai bulan Mei baru dibayar. Kemudian dibayarkan lagi Juni sampai Oktober," katanya.
Salmiati menjelaskan dana DBH nantinya masuk ke APBD melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Dana tersebut kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan OPD sesuai sumber anggarannya.
"Ada memang OPD tertentu yang menerima peruntukannya karena sumber dananya juga sudah ditentukan," jelasnya.
Karena DBH tak kunjung cair, pemerintah daerah harus mencari jalan lain.
Caranya dengan memakai Dana Alokasi Umum (DAU).
Dana yang semestinya bisa digunakan untuk kebutuhan lain akhirnya dialihkan menutup kekurangan akibat DBH yang belum dibayarkan.(*)
| Kabar Gembira untuk ASN Pemprov Sulsel, Gaji 13 Cair Pekan ini |
|
|---|
| Pemprov Sulsel Belum Bayar Utang DBH Rp12 Miliar ke Maros, DPRD Bulukumba Tagih Utang BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Terbengkalai Selama Dikuasai Pemprov Sulsel, Nelayan Harap Pemkot Makassar Kelola TPI Paotere |
|
|---|
| Pemprov Sulsel Siapkan Rp100 M untuk Jembatan Barombong, Pemkot Makassar Pastikan Lahan Tuntas Juni |
|
|---|
| Utang DBH Pemprov |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/reza-saleh-33.jpg)