Tribun RT RW
Manggala Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Warga dengan Teba Modern
Lurah Manggala, Sukri Abbas, mengatakan setiap RW menerima satu unit Teba Modern yang akan digunakan untuk menampung sampah organik
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 13 RW di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, menerima bantuan Teba Modern dari Yayasan INANTA (Inovasi Ketahanan Komunitas). Bantuan tersebut dibagikan dan dipasang secara serentak, Sabtu (23/5).
Program ini merupakan hasil usulan Kelurahan Manggala bersama Yayasan Lembaga Pemerhati Masyarakat Indonesia (YLPMI) sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Lurah Manggala, Sukri Abbas, mengatakan setiap RW menerima satu unit Teba Modern yang akan digunakan untuk menampung sampah organik hasil pemilahan warga.
“Di Kelurahan Manggala ada 13 RW dan semuanya mendapatkan satu unit teba. Fasilitas ini digunakan untuk menampung sampah organik yang sudah dipilah warga,” ujar Sukri Abbas, Senin (25/5).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
“Bukan hanya menyediakan sarana, tapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah,” katanya.
Sebelum pemasangan dilakukan, Yayasan INANTA terlebih dahulu menggelar sosialisasi di setiap RW.
Edukasi diberikan kepada ketua RT/RW dan warga mengenai fungsi serta cara penggunaan Teba Modern.
Sukri menambahkan, sosialisasi lanjutan akan kembali dilaksanakan pada 30 Mei 2026 di Aula Kantor Camat Manggala.
Kegiatan tersebut akan diikuti seluruh ketua RT dan RW di Kelurahan Manggala.
“Kami ingin RT dan RW menjadi pelopor sekaligus penyambung informasi kepada warga tentang pentingnya pemilahan sampah,” ujarnya.
Selain memiliki 13 unit Teba Modern, Kelurahan Manggala juga telah memiliki 16 bank sampah yang tersebar di sejumlah RW.
“Dari 13 RW itu, ada dua RW yang masing-masing memiliki dua bank sampah,” kata Sukri.
Ia berharap keberadaan Teba Modern dan bank sampah, yang didukung edukasi berkelanjutan, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Harapannya, sampah yang masuk ke TPA hanya sampah residu yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Dengan begitu volume sampah bisa berkurang dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin optimal,” ujarnya.(*)
| Haji Ambo Lette Kembangkan Urban Farming untuk Warga Bira, Puluhan KK Nikmati Hasil Panen |
|
|---|
| 10 Dosen Unhas Latih Warga Bangkala Olah Eceng Gondok Jadi Kompos |
|
|---|
| BSU Bertambah, Sampah Masuk di Bank Sampah Makassar Tembus 52 Ton |
|
|---|
| Lurah Pampang Sosialisasi Larangan Lepas Ternak Liar di Permukiman Warga |
|
|---|
| Bank Sampah RW 004 Untia Tampung 200 Kg Sampah, Bisa Ditukar Sembako |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pemasangan-bantuan-Teba-modern-di-RW-002-Kelurahan-Manggala.jpg)