Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pembunuhan di Penginapan

Cemburu Buta Membawa Maut, Akhir Tragis Perempuan Selayar di Penginapan Makassar

Kamar hotel yang disewa selama tiga hari itu justru menjadi saksi bisu detik-detik terakhir hidupnya.

Tayang:
Editor: Sudirman

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Janji manis asmara yang telah dirajut selama setahun terakhir harus karam secara tragis di sebuah kamar hotel melati di bilangan Jalan Sungai Sadang Baru, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel. 

MA, seorang wanita berusia 40 tahun yang sehari-harinya mengabdi sebagai pegawai honorer di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, harus meregang nyawa di tangan kekasihnya sendiri, EB.

Perjalanan sejauh 191 kilometer menyeberangi lautan dari kampung halamannya di Selayar menuju Kota Makassar, semula dilingkupi rasa rindu.

MA masuk ke kamar 401 bersama EB sejak, Ahad atau Minggu (17/5/2026).

Namun, kamar hotel yang disewa selama tiga hari itu justru menjadi saksi bisu detik-detik terakhir hidupnya.

Kecurigaan mulai merebak saat masa sewa kamar habis, namun MA tak kunjung keluar.

Ketika karyawan hotel mengintip dari balik jendela belakang, tubuh MA sudah terbujur kaku tak sadarkan diri di atas kasur dengan posisi terlentang.

Baca juga: Pemuda dari Tamalanrea Makassar Habisi Nyawa Kekasihnya dari Selayar karena Cemburu

Tim Dokpol yang tiba di lokasi, Rabu (20/5/2026), langsung menangkap adanya ketidakwajaran. 

Hidung dan mulut wanita paruh baya itu mengeluarkan darah segar.

Insting polisi langsung bekerja, ini bukan kematian biasa.

Hanya butuh waktu empat jam bagi tim gabungan Resmop Polda Sulsel dan Jatanras Polrestabes Makassar untuk membekuk EB di kediamannya di kawasan perumahan BTP Tamalanrea.

Di balik jeruji besi, motif klasik namun mematikan akhirnya terkuak: cemburu buta.

EB menduga sang kekasih hati tengah menjalin asmara dengan pria lain di tempat kerjanya.

Kanit Resmop Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, membeberkan bagaimana pelaku memanfaatkan momen saat korban sedang terlelap untuk melancarkan aksi nekatnya.

"Pelaku dengan korban ini ada hubungan asmara, sudah sekitar satu tahunan lah. Motifnya, pelaku ini merasa cemburu karena korban memiliki hubungan dengan laki-laki lain," ujar AKP Wawan Suryadinata saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved