Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

BSU Bertambah, Sampah Masuk di Bank Sampah Makassar Tembus 52 Ton

‎Jumlah tersebut terdiri atas 20.862 kilogram sampah plastik, 3.483 kilogram sampah logam, dan 27.480 kilogram sampah kertas.

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
KELOLA SAMPAH - Aktivitas penerimaan sampah di Bank Sampah Pusat Makassar di Jalan Toddopuli Raya, Paropo, Kecamatan Panakukang, Januari 2023. Pada April 2026 terjadi peningkatan jumlah sampah yang masuk ke Bank Sampah Pusat (BSP) Makassar, mencapai 52 ton. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Unit Pelaksana Bank Sampah Pusat Kota Makassar mencatat terjadinya peningkatan jumlah sampah yang masuk selama April 2026.

‎Pada April 2026, total sampah yang masuk mencapai 52.336 kilogram atau 52 ton. 

‎Jumlah tersebut terdiri atas 20.862 kilogram sampah plastik, 3.483 kilogram sampah logam, dan 27.480 kilogram sampah kertas.

‎Sementara itu, kelompok sampah kaca dan kelompok sampah lainnya tercatat nihil selama periode April 2026.

‎Capaian 52.336 kilogram tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga bulan sebelumnya sepanjang 2026.

‎Pada Januari, jumlah sampah yang masuk tercatat 46.089 kilogram. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 33.914 kilogram pada Februari dan 28.781 kilogram pada Maret.

‎Total sampah yang terkumpul selama April tersebut ditukarkan dengan uang senilai Rp124 juta.

‎Direktur Bank Sampah Pusat Makassar, Veronica Antonette Tinungki, mengatakan peningkatan volume sampah yang masuk sejalan dengan masifnya pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RT/RW selama April hingga saat ini.

‎Menurut Veronica, dalam beberapa pekan terakhir jumlah BSU yang bergabung terus bertambah. 

‎Bahkan dalam sepekan terakhir, pihaknya menandatangani pembentukan 10 hingga 25 BSU setiap hari.

‎"Pekan ini,  dalam sehari, sekitar 10 hingga 20 BSU yang melakukan MoU dengan kami," ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Minggu (24/5/2026).

‎Ia menilai meningkatnya pembentukan BSU merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

‎"Memang saat ini pengelolaan sampah sedang digalakkan, merupakan program pemerintah kota untuk melakukan pembentukan dan pengaktifan Bank Sampah Unit," katanya.

‎Peningkatan jumlah BSU juga berdampak pada aktivitas penjemputan sampah yang dilakukan Bank Sampah Pusat. 

‎Armada yang sebelumnya hanya melakukan satu kali perjalanan dalam sehari, kini sebagian harus melakukan dua hingga tiga kali penjemputan.

‎"Viar yang biasanya cuma satu kali sehari, sekarang dua kali menjemput," jelas Veronica.

‎Saat ini Bank Sampah Pusat didukung enam unit truk, dua unit Hilux, dua unit pikap, dan 10 unit kendaraan roda tiga atau Viar untuk melayani penjemputan sampah dari BSU.

‎Menurut Veronica, armada yang ada masih cukup memadai untuk mengakomodasi peningkatan volume sampah maupun bertambahnya jumlah BSU.

‎Meski demikian, ia mengakui sebagian armada telah beroperasi cukup lama sehingga ke depan membutuhkan peremajaan. 

‎"Tapi alhamdulillah, baru-baru ini kami mendapatkan bantuan dum truck dan Viar dari DLH," ucapnya. 

‎Di sisi lain, Veronica mengingatkan pentingnya pemilahan sampah di tingkat BSU. 

‎Menurutnya, sampah yang sudah dipilah dan dibersihkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sampah yang masih tercampur.

‎"Kalau sampah sudah terpilah dan bersih, harganya lebih tinggi sehingga pendapatan BSU juga lebih besar. Itu yang terus kami dorong," ujarnya(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved