Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Blackout, Sulawesi Bisa Senasib Sumatera? Ini Penjelasan PLN Sulselrabar

Akibatnya berdampak pada sejumlah provinsi seperti Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SISTEM KELISTRIKAN - Ilustrasi petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik, dikirim ke Tribun-Timur.com, Senin (25/5/2026). PLN UID Sulselrabar memastikan sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saat ini dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. (PLN UID Sulselrabar) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemadaman listrik massal atau blackout melanda sejumlah wilayah di Sumatera ramai diperbincangkan masyarakat.

Gangguan kelistrikan tersebut terjadi sejak Jumat (22/5/2026).

Akibatnya berdampak pada sejumlah provinsi seperti Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh.

Ramainya pembahasan blackout di Sumatra turut memunculkan kekhawatiran masyarakat di wilayah lain, termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel).

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memastikan sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saat ini dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif mengatakan, PLN sudah melakukan beberapa langkah mitigasi untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulbagsel.

Di antaranya rencana pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jika diperlukan pada PLTA dengan bersinergi bersama BMKG.

Selain itu PLN juga telah melaksanakan penjadwalan pemeliharaan pembangkit agar dapat beroperasi secara maksimal dalam menghadapi potensi El Nino.

Pasca tahun 2023, PLN juga melakukan penambahan kapasitas pembangkit tersebar di Sistem kelistrikan Sulbagsel dengan total daya 300 Mega Watt.

“Saat ini sistem kelistrikan Sulbagsel cukup untuk melayani kebutuhan pelanggan,” kata Ahmad Amirul Syarif, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Senin (25/5/2026).

Ahmad Amirul Syarif mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak.

PLN juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan listrik di musim kemarau untuk mencegah bahaya kebakaran.

“Apabila sudah tidak terpakai, mohon colokan listrik dapat dicabut untuk mencegah korsleting listrik,” jelas Ahmad Amirul Syarif.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, berdasarkan indikasi awal, blackout dipicu gangguan pada ruas transmisi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi.

Gangguan awal tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved