Proyek Stadion Untia Teken Kontrak Juli, Anggaran Tahun Ini Capai Rp124 M
Pemerintah kota juga telah menyiapkan matriks waktu sebagai acuan pelaksanaan proyek agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai jadwal.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Makassar menargetkan penandatanganan kontrak pembangunan Stadion Untia paling lambat Juli 2026 agar tahapan awal berupa penimbunan lahan bisa segera dimulai.
- Proyek ini dikerjakan secara multiyears dengan matriks waktu yang disusun untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.
- Stadion Untia dirancang sebagai stadion tipe B dengan kapasitas sekitar 15 ribu hingga 20 ribu penonton.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan penandatanganan kontrak proyek pembangunan Stadion Untia paling lambat Juli 2026.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda di Balaikota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (12/5/2026).
Pemerintah saat ini tengah menyusun tahapan pekerjaan agar proyek bisa berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Khusus untuk stadion, kita kasih waktu sampai bulan tujuh untuk penandatanganan kontrak supaya bisa segera melakukan penimbunan,” ujarnya.
Meskipun proyek Stadion Untia dilaksanakan secara multiyears, namun pelaksanaannya tetap dibagi dalam beberapa tahapan pekerjaan yang terukur.
Pemerintah kota juga telah menyiapkan matriks waktu sebagai acuan pelaksanaan proyek agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai jadwal.
Baca juga: Stadion Untia Dirancang Tampung 20 Ribu Penonton, Anggaran Rp350 Miliar
“Karena ini pelaksanaannya secara multiyears, tetapi ada tahapan-tahapan yang kita buat, matriks waktu yang kita buat,” katanya.
Tahap awal yang menjadi fokus setelah kontrak diteken yakni pekerjaan penimbunan di kawasan stadion.
Tahapan tersebut dinilai penting sebagai dasar pengerjaan konstruksi berikutnya.
Eks Kepala Bappeda Makassar ini berharap, seluruh proses administrasi maupun teknis dapat rampung tepat waktu sehingga proyek tidak mengalami keterlambatan.
“Mudah-mudahan ini bisa sesuai dengan matriks waktu yang kita tetapkan,” tuturnya.
Pembangunan Stadion Untia sendiri menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Makassar dalam pengembangan sarana olahraga dan kawasan baru di wilayah utara kota.
Stadion Untia, dirancang berkapasitas antara 15 ribu hingga 20 ribu penonton.
Stadion tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas olahraga representatif bagi masyarakat Kota Makassar.
Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Gedung Dinas PU Makassar, Suryadi, mengatakan kapasitas stadion disesuaikan dengan klasifikasi stadion tipe B untuk tingkat kabupaten/kota.
“Kalau untuk kabupaten kota kan kita masuk di tipe B. Nah tipe B itu adalah kapasitasnya 10.000 hingga 30.000,” ujar Suryadi.
Menurutnya, Pemkot Makassar memilih angka tengah dari rentang kapasitas tersebut agar stadion tetap ideal dan realistis dari sisi pembiayaan.
“Nah kita ambil tengahnya, mungkin antara 15 hingga 20.000 penonton, ya 20.000 seat,” katanya.
Menurut Suryadi, angka kapasitas 15 ribu sampai 20 ribu penonton masih akan disesuaikan kembali melalui review pagu oleh konsultan MK.
“Apakah dana tersebut mencukupi untuk desain tersebut dengan kapasitas 15 atau 20.000 penonton,” katanya.
Saat ini, progres pembangunan Stadion Untia telah memasuki tahap persiapan pengadaan.
Pemkot Makassar juga telah mengontrak konsultan manajemen konstruksi (MK) sejak 17 Maret 2026.
Konsultan tersebut bertugas mendampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam menyusun dokumen pengadaan, termasuk review pagu anggaran dan kesiapan tender.
Pemkot Makassar menggunakan metode design and build atau rancang bangun dalam proyek stadion tersebut.
Metode ini dinilai mampu memangkas waktu pengerjaan.
“Jadi ketika ada sudah selesai rancangan langsung dibangun, itulah metode DB. Dia akan mempersingkat waktu,” jelasnya.
Proyek Stadion Untia dirancang sebagai pekerjaan multiyears atau tahun jamak.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp350 miliar hingga rampung.
Sementara untuk alokasi tahun 2026, Pemkot Makassar menyiapkan dana sebesar Rp124 miliar. (*)
| Gandeng Sekolah, Melinda Gaungkan Stop Boros Pangan dan Dorong Siswa Jadi Agen Edukasi Lingkungan |
|
|---|
| 61 Siswa Berkebutuhan Khusus Tampil Memukau di Pentas Inklusi Sekolah Islam Athirah |
|
|---|
| 6 Calon Haji Kloter 29 Makassar Batal Berangkat, Satu Dirujuk ke RS Tajuddin |
|
|---|
| Konsolidasi Masyarakat Sipil di Makassar Soroti Ancaman Spyware, Aktivis dan Jurnalis jadi Sasaran |
|
|---|
| Blak-blakan Bahtiar Baharuddin eks Pj Gubernur Sulsel Soal Korupsi Nanas, 'Semuanya Sudah Clear' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-12-Sekretaris-Daerah-Kota-Makassar-Andi-Zulkifly-Nanda-diwawancara.jpg)