Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konsolidasi Masyarakat Sipil di Makassar Soroti Ancaman Spyware, Aktivis dan Jurnalis jadi Sasaran

Masing-masing memaparkan pandangannya terkait penggunaan teknologi spyware di Indonesia, termasuk ancaman dan dampaknya. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KONSOLIDASI SIPIL - Konsolidasi masyarakat sipil bertajuk Menuntut Akuntabilitas Penggunaan Spyware di Indonesia, berlangsung  di Swiss-belhotel Ujung Pandang, Senin (11/5/2026). Menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Gulfino (Seknas FITRA), Abdul Azis (Direktur LBH Makassar), Adnan Buyung Azis (Advokat), dan Kezia K (ELSAM). (Siti Aminah)  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menyoroti penggunaan teknologi spyware di Indonesia. 

Teknologi spyware dinilai minim transparansi dan akuntabilitas.

Hal itu disampaikan Kezia Khatwani dari ELSAM dalam materi konsolidasi bertajuk Menuntut Akuntabilitas Penggunaan Spyware di Indonesia. 

Konsolidasi Masyarakat Sipil ini dihadiri berbagai organisasi. 

Seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ambon, AJI Makassar, akademisi dan mahasiswa berbagai kampus, Anti Corruption Commite, Fitra, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), LBH Apik Makassar, LBH Pers, dan sejumlah organisasi lainnya. 

Agenda berlangsung di Swiss-belhotel Ujung Pandang, Senin (11/5/2026). 

Menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Gulfino (Seknas FITRA), Abdul Azis (Direktur LBH Makassar), Adnan Buyung Azis (Advokat), dan Kezia K (ELSAM). 

Masing-masing memaparkan pandangannya terkait penggunaan teknologi spyware di Indonesia, termasuk ancaman dan dampaknya. 

Dalam konsolidasi tersebut, Kezia menjelaskan, spyware merupakan teknologi pengawasan yang bekerja dengan mengumpulkan data secara diam-diam dari perangkat korban.

Praktik tersebut melalui telepon genggam maupun komputer, lalu mengirimkannya kepada pihak ketiga tanpa persetujuan pengguna. 

“Spyware memudahkan pemantauan dengan cara mengumpulkan data secara rahasia dari perangkat korban,” ujarnya. 

Indonesia disebut telah bekerja sama dengan perusahaan penyedia spyware sejak 2013.

Bahkan, jejak penggunaan Pegasus, spyware buatan perusahaan Israel NSO Group, disebut ditemukan di Indonesia sejak 2018. 

Dalam paparannya, Kezia menyebut teknologi spyware yang digunakan di Indonesia berasal dari berbagai negara, mulai Israel, Eropa, Amerika Serikat hingga China.

Direktur LBH Makassar, Abdul Azis Dumpa memaparkan, sebanyak 6.719 orang ditangkap dan ditahan di berbagai wilayah Indonesia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved