Ratusan Peneliti Padati FK Unhas, Workshop Prodia Kupas Teknologi Genome dan Variant Research
Kegiatan ini wadah memahami strategi riset yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Ratusan peneliti, akademisi, tenaga kesehatan, dan mahasiswa mengikuti Dry Workshop Penelitian di Fakultas Kedokteran Unhas bertema riset genomik dan bioinformatika.
- Workshop kolaborasi Prodia dan FK Unhas membahas strategi penelitian genetik, analisis data, hingga pemilihan teknologi riset yang tepat dan efisien.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aula Sjamsuddin Daeng Mangawing Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tampak ramai, Kamis (7/5/2026) pagi.
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti Dry Workshop Penelitian kolaborasi Prodia dan FK Unhas.
Hadir sebagai pembicara, Head of Hasanuddin University Medical Research Centre Dr Rusdina Bte Ladju, yang membahas pentingnya signifikansi klinis dalam penelitian
Ada Head of Center for Zoonotic and Emerging Diseases Dr Isra Wahid, membahas strategi dalam memilih teknologi penelitian yang tepat.
Juga Head of Research & Speciality Test Development Prodia Dr Miswar Fattah, mengupas teknik variant mining dan navigasi database.
Peserta terdiri dari peneliti, akademisi, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa.
Mereka serius mendengarkan pemaparan materi workshop dengan topik “Genome Navigator: A Beginner’s Guide to Variant Research, Analysis, and Detection.”
Kegiatan ini wadah memahami strategi riset yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Selain itu, kegiatan ini untuk memperdalam metodologi penelitian berbasis simulasi, analisis data, dan bioinformatika sebagai pilar penting dalam pengembangan ilmu kedokteran yang berkelanjutan.
Peserta diberi pemahaman tidak hanya memahami konsep.
Tetapi juga gambaran praktis dalam mengolah dan menginterpretasikan data genetik secara lebih komprehensif.
Teknologi Riset Harus Tepat Sasaran
Regional Head Prodia Kalimantan Sulampua Hermin Tikumaqdika menjelaskan, dalam workshop ini, peserta diajak untuk memahami bahwa pemilihan teknologi dalam penelitian tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Sebab, banyak kasus di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi canggih seperti whole genome sequencing belum tentu selalu dibutuhkan.
| Haerani Rasyid Kembali Pimpin FK Unhas Hingga 2030, Menuju Ekosistem Kesehatan Global di Era Baru |
|
|---|
| Keselamatan Nomor 1, Asmo Sulsel Ajak Karyawan Prodia Disiplin Berkendara |
|
|---|
| FK Unhas Bakal Bangun Medical Tower 15 Lantai, Alumni Siap Berkontribusi |
|
|---|
| Dari Baraya ke Tamalanrea, Jejak Sejarah Perjalanan 70 Tahun FK Unhas |
|
|---|
| Riang Gembira di Milad 70 Tahun FK Unhas, Alumni Kedokteran Menyatu Bareng Prof JJ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260507-Ratusan-Peneliti-Padati-FK-Unhas-Workshop-Prodia-Kupas-Teknologi-Genome.jpg)