Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

FK Unhas

Dari Baraya ke Tamalanrea, Jejak Sejarah Perjalanan 70 Tahun FK Unhas

Museum yang terletak di Lantai 2 FK Unhas ini menampilkan berbagai koleksi benda, dokumen, dan kisah penting yang merekam sejarah kelahiran

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
Unhas
FK UNHAS - Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-70 FK Unhas juga mencakup peresmian museum, temu alumni, dan pengumuman lomba akademik, Minggu (25/1/2026) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Puncak peringatan Dies Natalis ke-70 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) berlangsung pada Minggu (25/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri ribuan alumni dan sivitas akademika, dengan rangkaian acara mulai dari temu alumni hingga peresmian Museum Fakultas Kedokteran, atau Unhas Medical Museum.

Museum yang terletak di Lantai 2 FK Unhas ini menampilkan berbagai koleksi benda, dokumen, dan kisah penting yang merekam sejarah kelahiran dan perkembangan fakultas sejak 28 Januari 1956.

Suasana Milad - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, M.Sc meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru FK Unhas, menandai tonggak sejarah Dies Natalis ke-70. Suasana meriah Dies Natalis ke-70 FK Unhas, dihadiri ribuan alumni dan sivitas akademika, lengkap dengan pawai antarangkatan dan berbagai kegiatan, Minggu (25/1/2026)
Suasana Milad - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, M.Scsaat hadiri Dies Natalis ke-70

FK Unhas lahir melalui proses panjang, diawali oleh keinginan masyarakat Makassar untuk memiliki fakultas kedokteran.

Pada 1953, tercapai “Gentlemen Agreement” antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading, pengelola Universitas Sawerigading.

Pemerintah membentuk Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran Makassar pada 22 Oktober 1953.

Panitia diketuai Syamsuddin Daeng Ngawing dengan sekretaris Muhammad Rasyid Daeng Sirua.

Tokoh-tokoh anggota panitia antara lain J. E Tatengkeng, Andi Patiwiri, dan Sampara Daeng Lili.

Gubernur Sulawesi, Andi Pangerang Pettarani, dan Walikota Besar Makassar, Ahmad Dara Syahruddin, mendukung pendirian fakultas dengan menyediakan dana Rp 1,5 juta dan membebaskan lahan rawa seluas 50 hektar di Baraya.

Bangunan awal dirancang oleh arsitek Belanda Ir J Th Dhroof.

Selama 70 tahun, FK Unhas telah melewati berbagai tonggak penting, termasuk perpindahan dari kampus Baraya ke Tamalanrea, adopsi sistem pendidikan kedokteran dan spesialis, langkah menuju kemandirian dan internasionalisasi, serta pendirian Rumah Sakit Pendidikan.

Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengapresiasi inisiatif fakultas dalam menjaga sejarahnya.

“Untuk memahami Unhas hari ini, kita tidak dapat melepaskan sejarah perjalanannya. Fakultas Kedokteran menyimpan banyak catatan berharga, karena hadir sebelum Unhas resmi berdiri,” ujar Prof JJ sapaan akrab Rektor Unhas.

Dekan FK Unhas, Prof Haerani Rasyid, mengatakan museum ini sudah lama diinisiasi dan terinspirasi dari kampus besar dunia.

“Koleksi museum kami gabungkan, menampilkan sejarah fakultas, koleksi anatomi, dan sejarah kedokteran secara umum sehingga dapat menjadi sumber edukasi,” kata Prof Haerani.

Usai peresmian dan penandatanganan prasasti, jajaran pimpinan Unhas, Majelis Wali Amanat Prof Andi Alimuddin Unde, dan Senat Akademik melakukan kunjungan ke koleksi museum. 

Museum ini menjadi fasilitas pertama di Universitas Hasanuddin yang mengabadikan perjalanan sejarah fakultas.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved