TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - RT/RW Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Makassar, kompak membuat video edukasi pengelolaan sampah kepada warga.
Video edukasi tersebut dibuat oleh masing-masing RW yang berjumlah lima, lalu disebarkan melalui grup WhatsApp warga dan media sosial Facebook.
Dalam video itu, RT dan RW memperlihatkan tata cara pemilahan sampah dengan mencontohkan pemisahan berdasarkan jenisnya.
Sampah dipisahkan menjadi tiga kategori utama, yakni sampah organik, anorganik, serta sampah B3 atau bahan berbahaya dan beracun.
Ketua RW 005 Rappojawa, Junaedy, mengatakan edukasi ini bertujuan mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah.
“Dengan edukasi ini warga dapat tergerak memperbaiki pengelolaan sampahnya,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, setiap RT nantinya akan memiliki titik pengumpulan sampah terpilah di wilayahnya.
Warga kemudian membawa sampah dari rumah dan menyesuaikannya dengan jenis sebelum dibuang.
“Bisa pakai ember atau tempat lain. Kami di sini pakai ember, bahkan ada yang dari bekas ember cat,” jelasnya.
Langkah ini, lanjut Junaedy, merupakan bagian dari arahan pemerintah kota untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
“Saat ini kami sudah punya bank sampah. Dalam waktu dekat kami akan melakukan penimbangan perdana,” ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh RW di Rappojawa telah memiliki bank sampah yang dilengkapi surat keputusan (SK) dan sudah terdaftar.
Selain program pemilahan sampah, pihaknya juga fokus mengembangkan program urban farming yang kini telah memasuki tahap pembibitan dan mulai dilakukan penanaman.
Sementara itu, Lurah Rappojawa, Rismala Hasan, mengapresiasi langkah RT/RW yang aktif mengedukasi warga melalui video.
Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang lebih besar dalam pengelolaan sampah di masyarakat.
Ia juga menyebut pihaknya saat ini terus menggenjot pengembangan bank sampah di seluruh RW.
Di samping itu, program urban farming juga sudah mulai berjalan sebagai bagian dari program ketahanan pangan warga.
“RT/RW bersinergi menyukseskan bank sampah dan urban farming,” ucapnya.