May Day 2026
Pendemo Soroti Upah Murah dan Kondisi Ekonomi Sulsel Lesu
Ribuan buruh dari berbagai serikat memadati Jalan AP Pettarani dan menyuarakan berbagai tuntutan.
Aksi buruh mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian di lokasi.
Massa datang menggunakan ratusan sepeda motor dan satu mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi.
Dalam aksi tersebut, buruh menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada pekerja.
“Buruh sebagai warga negara juga berhak atas upah yang layak,” kata Ketua DPW FSPMI Sulsel, Fadli Yusuf.
Sementara itu, Bendahara Wilayah FSPMI Sulsel, Nurhanah, menyoroti pentingnya perlindungan bagi buruh perempuan.
Ia menyebut buruh perempuan memiliki peran ganda, baik di tempat kerja maupun di rumah.
“Jadi tugas mereka bukan delapan jam, tapi 24 jam,” ujarnya.
Dalam orasinya, ia juga menyinggung sosok aktivis buruh Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh perempuan.
Marsinah dikenal sebagai aktivis yang memperjuangkan upah layak sebelum akhirnya menjadi korban penculikan dan pembunuhan pada 1993.
“Semoga teman-teman buruh perempuan bisa menjadikan Marsinah sebagai inspirasi perjuangan,” kata Nurhanah.
Aksi May Day di Makassar tahun ini berlangsung dalam dua pola, yakni jalan santai di Lapangan Karebosi dan aksi unjuk rasa di sejumlah titik.
Untuk pengamanan, Polda Sulsel mengerahkan 2.181 personel gabungan guna mengawal jalannya peringatan Hari Buruh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260501-Demo-Hari-Buruh-di-Palopo.jpg)