27 RSUD di Sulsel Gandeng RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Perkuat Layanan Kardiovaskular
Andi Tenrisanna Devi Indira mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Kesehatan.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- 27 RSUD se-Sulsel menandatangani kerja sama dengan RS Jantung Harapan Kita (koordinator nasional) dan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo (pengampu regional) untuk memperkuat layanan jantung.
- Kerja sama bertujuan membangun sistem rujukan terintegrasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya program KJSU-KIA.
- Penguatan layanan kardiovaskular dinilai penting untuk mempercepat diagnosis, respons penanganan, dan pemerataan layanan di Indonesia Timur.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Upaya penguatan layanan kesehatan jantung di wilayah Indonesia Timur terus diperkuat.
Salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 27 RSUD Kabupaten/Kota se-Sulsel dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai koordinator nasional, serta RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo sebagai pengampu regional.
Penekenan PKS di Ruang Pertemuan 7A RSUP Makassar Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026).
Penandatanganan merupakan rangkaian Proctorship INB Perdana di RSUP Makassar Kawasan CPI, 1-2 Mei 2026.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Makassar, Andi Tenrisanna Devi Indira mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Kesehatan.
Tujuannya memperkuat jejaring pengampuan layanan unggulan, khususnya KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak).
“Penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem rujukan yang terintegrasi, dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai koordinator nasional dan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo sebagai pengampu regional di Sulsel,” jelas Tenrisanna.
Baca juga: Lewat WISE 2026, RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar Kupas Penanganan Komprehensif Kardiovaskular
Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat integrasi layanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan di Sulsel.
Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, dr Annas Ahmad mengatakan sebagai rumah sakit rujukan di Indonesia Timur, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo memiliki peran penting dalam penguatan layanan kardiovaskular di daerah.
Menurutnya, penguatan layanan jantung tidak bisa hanya terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta.
“Ini adalah pekerjaan besar yang membutuhkan orkestrasi sistem rujukan, standarisasi layanan, peningkatan kompetensi SDM, serta penguatan tata kelola klinis di setiap rumah sakit,” jelasnya.
Menurut Annas, tantangan layanan jantung saat ini tidak hanya pada ketersediaan fasilitas dan teknologi.
Tetapi juga pada kecepatan respons, ketepatan diagnosis, serta kesinambungan layanan dari hulu hingga hilir.
“Kita memahami bahwa dalam penanganan kasus jantung, setiap detik sangat berarti. Karena itu, sistem rujukan yang kuat dan terintegrasi menjadi kunci utama,” kata Annas.
Ia berharap kehadiran tim pengampu nasional dari RS Jantung Harapan Kita dapat memperkuat jejaring layanan dan membantu peningkatan kapasitas rumah sakit di Sulsel.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi menyambut baik kerja sama tersebut.
Ia berharap pengampuan layanan jantung ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penguatan layanan unggulan jantung ini diharapkan menjadi secercah harapan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan,” katanya.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudi Salam
RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo
RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
kardiovaskular
Makassar
Andi Tenrisanna Devi Indira
| Pelepasan Jamaah Haji Kloter 16 Gowa Diwarnai Haru, 113 Orang Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| Momen Ketua DPRD Sulsel Cicu Teken Aspirasi Buruh, Janji Kawal Isu Outsourcing dan Upah Murah |
|
|---|
| Jenderal Polisi hingga Wali Kota Makassar Dengar Aspirasi Buruh di Karebosi |
|
|---|
| Gendong Anak Aksi May Day, Buruh Perempuan di Makassar Suarakan Fasilitas Menyusui di Perusahaan |
|
|---|
| Advokat Rentan Risiko, KAI Sulsel Inisiasi Program BPJS Ketenagakerjaan Jelang Rekernas Mataram 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/113-Jamaah-Calon-Haji-tergabung-dalam-kloter-16-Embarkasi-Makassar.jpg)