Lewat WISE 2026, RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar Kupas Penanganan Komprehensif Kardiovaskular
Tema yang diangkat didasarkan pada tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar menggelar WISE 2026 menghadirkan pakar nasional dan internasional.
- Simposium yang juga bagian peringatan HUT ke-33 RSUP Wahidin bertema peningkatan layanan kardiovaskular komprehensif.
- Tema tersebut dipilih karena tingginya angka kematian akibat penyakit jantung, yang juga menjadi beban terbesar pembiayaan kesehatan dan jumlah kunjungan tertinggi di rumah sakit.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar menggelar Wahidin Sudirohusodo International Symposium Event (WISE) 2026.
Kegiatan berlangsung secara online dan offline yang dipusatkan Auditorium Gedung KIA lantai 8, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (25/4/2026).
Mengangkat tema Advancing Comprehensive Cardiovascular Care, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar dari dalam dan luar negeri.
Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, dr Annas Ahmad mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan.
Tema yang diangkat didasarkan pada tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia maupun di Indonesia.
“Kami mengangkat tema Advanced Comprehensive Cardiovascular Care karena angka kematian akibat kardiovaskular merupakan yang tertinggi di dunia maupun di Indonesia. Ini tentu berdampak signifikan terhadap pembiayaan kesehatan nasional,” jelasnya.
Menurut dr Annas, pendekatan penanganan penyakit jantung harus dilakukan secara menyeluruh.
Baca juga: RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar Kenalkan WFC, Layanan Birth Defect Terintegrasi
Tidak hanya berfokus pada tindakan medis di rumah sakit, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif di masyarakat.
“Penanganan komprehensif jantung ini diharapkan bukan hanya pada penanganan di ruang tindakan atau rumah sakit, tetapi yang paling penting adalah bagaimana melakukan upaya promotif preventif, lalu deteksi dini pada masyarakat yang berisiko,” jelas dr Annas.
Pihaknya akan terus mendorong kampanye kesehatan guna menekan peningkatan kasus penyakit kardiovaskular.
dr Annas mengatakan penyakit jantung menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pembiayaan layanan kesehatan sekaligus memiliki angka kunjungan tertinggi.
Dari data, kata dia, pengeluaran biaya pelayanan kesehatan terbesar itu pada layanan jantung.
Kemudian disusul oleh kanker dan penyakit ginjal hipertensi.
Ia menambahkan bahwa penyakit-penyakit tersebut termasuk dalam kategori penyakit degeneratif yang berkaitan erat dengan pola hidup dan usia.
"Ini semua merupakan penyakit berbasis perilaku dan usia, dan jantung ini merupakan jumlah kunjungan tertinggi di Rumah Sakit Wahidin,” jelasnya.
Direktur Layanan Operasional sekaligus Ketua Panitia, dr Marsella Wahyuni Olii menambahkan WISE 2026 merupakan salah satu rangkaian ulang tahun ke-33 RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.
“Semoga lewat kegiatan ini dapat meningkatkan pelayanan kita secara langsung,” katanya.(*)
| Sosok Pelaut Asal Sulsel Jadi Korban Sandera Perampok Somalia, Keluarga Harap Bantuan Pemerintah |
|
|---|
| Sosok Andi Taletting Langi Terpilih Ketua IKA Politik Unhas Periode 2026-2030 |
|
|---|
| Willy Aditya Hadiri Konsolidasi NasDem di Makassar, Sebut Integritas Kunci Kekuatan Partai |
|
|---|
| Pelajar Sulsel Unjuk Kemampuan Bahasa Mandarin di Final Chinese Bridge 2026 |
|
|---|
| KORMI Makassar Ditantang Gelar Event Sebulan Sekali, Munafri Janji Support Maksimal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260425-Wahidin-Sudirohusodo-International-Symposium-Event.jpg)