Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Calon Haji Bontang Pilih Manasik Mandiri Bersama Kemenhaj, Diikuti Lebih 100 Peserta

Tanpa bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MANASIK HAJI GRATIS - Ketua Rombongan 7 Kloter 14 Embarkasi Balikpapan (BPN), Adi Suwito Kadi Djoyo Suparto saat wawancara di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Minggu (17/5/2026). Ia mengungkapkan pengalaman jemaah asal Kota Bontang, Kalimantan Timur, yang mengikuti manasik haji mandiri bersama Kementerian Haji dan Umrah Kota Bontang.  

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH— Ketua Rombongan 7 Kloter 14 Embarkasi Balikpapan (BPN), Adi Suwito Kadi Djoyo Suparto, mengungkapkan pengalaman jemaah asal Kota Bontang, Kalimantan Timur, yang mengikuti manasik haji mandiri bersama Kementerian Haji dan Umrah Kota Bontang. 

Tanpa bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Menurut Adi, program manasik tersebut telah berlangsung hampir satu tahun dan diikuti sekitar 112 jemaah secara aktif. 

Seluruh pembelajaran diberikan secara gratis oleh Kementerian Haji Kota Bontang.

“Selama ini kami belajar manasik mandiri yang diajarkan oleh Kementerian Haji Kota Bontang. Kurang lebih hampir satu tahun kami belajar manasik, baik secara teori maupun praktik,” kata Adi.

Ia menjelaskan, materi yang diberikan mencakup seluruh rangkaian ibadah haji mulai dari tata cara memakai ihram, niat, mandi ihram, hingga pemahaman tentang rukun, wajib, dan sunnah haji.

Tak hanya teori, para jemaah juga dibimbing praktik lapangan melalui sistem rombongan dan regu agar terbiasa dengan kondisi yang akan dihadapi saat berada di Tanah Suci.

“Mulai dari teorinya kemudian praktik di lapangan, cara memakai ihram, cara niat, mandi dan lain-lain sampai pada rukun, wajib dan sunnah haji. Insya Allah kami sudah mempelajarinya dengan baik,” ujarnya.

Adi mengatakan, pola pembinaan tersebut membuat para jemaah memiliki gambaran yang cukup matang sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Ia berharap seluruh materi yang telah dipelajari dapat diterapkan dengan baik selama menjalankan ibadah haji.

Menariknya, kata Adi, manasik mandiri itu tidak memungut biaya kepada peserta.

Jemaah hanya melakukan iuran sukarela untuk kebutuhan internal kelompok seperti perlengkapan bersama.

“Tidak ada biaya. Kami hanya iuran mandiri seperlunya untuk kepentingan bersama, bukan untuk membayar lembaga atau Kementerian Haji,” jelasnya.

Menurut Adi, di Kota Bontang memang belum terdapat KBIHU khusus yang aktif memberikan bimbingan intensif kepada calon jemaah haji.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved