Dokter Ramai Ajukan Pindah dari Maros, BKPSDM Ungkap Alasannya
Sementara di sisi lain, jumlah ASN dari luar yang masuk ke Kabupaten Maros dalam periode yang sama berjumlah 14 orang.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUNTIMUR.COM, MAROS – Sebanyak 4 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Maros tercatat mengajukan permohonan pindah tugas ke luar daerah, Januari-April 2026.
Sementara di sisi lain, jumlah ASN dari luar yang masuk ke Kabupaten Maros dalam periode yang sama berjumlah 14 orang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Maros, Andi Sri Wahyuni AB, mengatakan sebagian besar alasan mutasi ASN keluar daerah adalah untuk mengembangkan karir.
“Ingin mengembangkan karir di tempat lain," kata Sri Wahyuni, Minggu (17/5/2026).
Ia mengungkapkan mayoritas ASN yang mengajukan pindah berasal dari sektor kesehatan.
"Rata-rata dokter," sebutnya.
Sri Wahyuni menegaskan tidak semua ASN bisa dengan mudah mengajukan mutasi keluar daerah.
Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
Salah satunya, ASN yang baru diangkat diwajibkan menjalani masa pengabdian minimal 10 tahun sebelum bisa mengajukan mutasi.
Selain itu, mutasi hanya bisa dilakukan apabila kebutuhan jabatan di daerah tujuan sesuai, dan ASN yang bersangkutan lulus seleksi masuk.
“Harus dibutuhkan di tempat tujuan dan sesuai jabatan, serta wajib lulus ujian masuk,” tegasnya.
Meski ada pengurangan, Sri memastikan bahwa pelayanan publik di Kabupaten Maros tetap berjalan normal.
Diketahui, Sebanyak 25 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diusulkan Pemerintah Kabupaten Maros tahun ini.
Usulan tersebut telah diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan formasi yang diajukan telah disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
“Formasi yang diajukan 25 sesuai pemetaan kebutuhan,” katanya beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan, fokus utama dalam pengusulan kali ini adalah tenaga kesehatan.
"Diprioritaskan untuk mendukung pelayanan di RSUD Camba," bebernya. (*)
| Minyakita Tembus Rp21 Perliter di Pasar Batangase Maros, Pedagang Keluhkan Kelangkaan Stok |
|
|---|
| Soal Bayar Rp60 Juta Demi Jadi Honorer Satpol PP Sulsel, Kasatpol PP Andi Arwien: Suruh Lapor Polisi |
|
|---|
| Audi dan Ansar Ngaku Bayar Rp 60 Juta Demi Jadi Honorer Satpol PP Pemprov Sulsel |
|
|---|
| Resmi Pimpin Hanura Maros, Mahmud Al Ka’ani Siapkan 70 Persen Pengurus Muda |
|
|---|
| Tiket Masuk Bantimurung Khusus Pelajar dan Mahasiswa Mulai Rp15 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MUTASI-ASN-Suasana-Apel-di-Lapangan-Pallantikang-Kabupaten-Maros.jpg)