Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎Camat Ujung Pandang Bagi-bagi Buku Tabungan Bank Sampah ke Penjual Pisang Epe Losari

‎Para pedagang diberikan arahan terkait kebersihan, pengelolaan sampah, hingga penataan lapak jualan di kawasan wisata Pantai Losari.

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
DISIPLIN KEBERSIHAN - Camat Ujung Pandang Nanin Sudiar bersama RT/RW Kelurahan Maloku dan Bulogading menyampaikan penegasan kedisiplinan pengelolaan sampah kepada para pedagang pisang epe di Pantai Panjang Losari, Minggu (17/5/2026) pagi. Para pedagang pisang epe diminta menata lapak jualan dan menjaga pengunjung membuang pada pada tempat yang telah disediakan.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 26 pedagang kaki lima (PKL) penjual pisang epe di kawasan Pantai Panjang Losari dikumpulkan oleh Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, Minggu (17/5/2026) pagi.

‎Para pedagang diberikan arahan terkait kebersihan, pengelolaan sampah, hingga penataan lapak jualan di kawasan wisata Pantai Losari.

‎Pantai Losari yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Makassar dinilai harus tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya karena menjadi representasi wajah kota bagi para pengunjung.

‎Dalam kegiatan tersebut, Nanin didampingi Lurah Bulogading, Lurah Maloku, personel BKO Satpol PP, serta para RT/RW Kelurahan Maloku dan Bulogading.

‎Turut hadir pula anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah.

‎Menurut Nanin, pemerintah kecamatan telah beberapa kali melakukan penataan dan pembersihan di kawasan Pantai Panjang Losari.

‎Namun, kondisi di lapangan masih kerap kembali semrawut akibat sampah dan perlengkapan dagangan yang berserakan setelah aktivitas jualan selesai.

‎Karena itu, ia meminta para pedagang tidak lagi meletakkan kompor, kursi, maupun perlengkapan lainnya secara sembarangan di area trotoar.

‎“Yang dilihat pengunjung bukan cuma pemandangan lautnya, tapi juga kebersihan di sekitar area jualan,” ujarnya.

‎Nanin juga menegaskan bahwa setiap pedagang harus bertanggung jawab terhadap kebersihan di titik jualannya masing-masing.

‎“Siapa yang kotor, saya delete,” tegasnya.

‎Para pedagang diminta ikut mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan tempat sampah yang telah disediakan.

‎“Dijaga dan disampaikan kepada pengunjung agar tidak membuang sampah ke laut,” ucapnya.

‎Menurutnya, menjaga kebersihan Pantai Losari merupakan tanggung jawab bersama karena kawasan tersebut menjadi salah satu ikon Kota Makassar.

‎“Ini ikon Kota Makassar. Orang datang ke sini untuk menikmati suasananya, jadi kebersihannya harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

‎Pada kesempatan itu, anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar turut memberikan sosialisasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.

‎Selain itu, para PKL penjual pisang epe turut dibagikan buku tabungan bank sampah.

‎Program tersebut diharapkan dapat mendorong pedagang lebih aktif memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan dari sampah yang dikumpulkan.

‎“Saya tidak mau sampah di Pantai Panjang ini tidak terpilah. Harus jelas mana sampah organik dan anorganik,” kata Nanin.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved