Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Cara Legislator Gerindra Andi Nirawati Melihat Politik dari Perspektif Perempuan

Perempuan yang menjalankan peran dalam rumah tangga sejatinya telah mempraktikkan politik dalam skala kecil

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
MAKKUNRAI 2026 – Pemimpin Umum Tribun Timur, Andi Suruji, menyerahkan cenderamata kepada Ketua KPP DPRD Sulsel, Andi Nirawati, usai sesi talkshow Makkunrai Hari Kartini 2026 di Phinisi Point, Makassar, Jumat (24/4/2026) jelang Magrib. 

Karena itu, pendekatan yang tepat dan strategi yang sesuai menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan dalam rumah tangga.

“Kalau kita tidak memahami karakter suami atau anak, lalu tidak punya strategi dalam mendampingi, maka tujuan tidak akan tercapai. Di situ egoisme bisa muncul,” kata perempuan kelahiran Pangkep, 19 Januari 1977 itu.

Lebih jauh, ia mengaitkan peran perempuan dengan fondasi kehidupan bernegara.

Ia mengutip pandangan Siti Hartinah yang menyebut perempuan sebagai tiang negara.

“Kalau perempuan rapuh, maka negara juga rapuh. Jadi kalau negara ingin maju, lihat juga bagaimana kondisi perempuannya,” ujar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Dalam perspektifnya, perempuan memiliki kekuatan pada aspek rasa yang melengkapi logika dalam proses pengambilan keputusan. 

Perpaduan antara rasa dan logika inilah yang dinilai mampu menciptakan keseimbangan, baik dalam keluarga maupun dalam politik.

“Perempuan itu menyempurnakan. Dalam politik, perempuan menjadi penyeimbang. Ada hal yang tidak cukup diselesaikan dengan logika, tetapi juga butuh rasa,” jelasnya.

Ia turut mengungkap pandangan yang menyebut rendahnya partisipasi perempuan dapat memicu potensi konflik.

Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan tidak bisa diabaikan dalam sistem sosial maupun politik.

Meski demikian, Andi Nirawati menekankan bahwa peran perempuan dan laki-laki bukan untuk saling dibandingkan, melainkan untuk saling melengkapi.

“Laki-laki dengan logika, perempuan dengan rasa. Keduanya harus berjalan bersama. Di situlah keseimbangan tercipta,” tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved