Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Cara Legislator Gerindra Andi Nirawati Melihat Politik dari Perspektif Perempuan

Perempuan yang menjalankan peran dalam rumah tangga sejatinya telah mempraktikkan politik dalam skala kecil

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
MAKKUNRAI 2026 – Pemimpin Umum Tribun Timur, Andi Suruji, menyerahkan cenderamata kepada Ketua KPP DPRD Sulsel, Andi Nirawati, usai sesi talkshow Makkunrai Hari Kartini 2026 di Phinisi Point, Makassar, Jumat (24/4/2026) jelang Magrib. 
Ringkasan Berita:
  • Andi Nirawati menilai politik pada dasarnya adalah soal strategi dalam mencapai tujuan
  • Dalam kehidupan sehari-hari, setiap keputusan membutuhkan pertimbangan dan langkah yang tepat
  • Sehingga secara sederhana politik bisa dipahami sebagai kemampuan menyusun strategi

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Sulsel, Andi Nirawati, memandang politik tidak hanya berada di ruang parlemen atau partai politik. 

Namun politik hadir dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di dalam rumah tangga.

Legislator Partai Gerindra itu menilai politik pada dasarnya adalah soal strategi dalam mencapai tujuan. 

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap keputusan membutuhkan pertimbangan dan langkah yang tepat.

Sehingga secara sederhana politik bisa dipahami sebagai kemampuan menyusun strategi.

“Politik itu ada di mana-mana. Apa pun butuh strategi, dan menentukan strategi itu bagian dari politik,” ujar Andi Nirawati kala jadi pembicara dalam talkshow Makkunrai Hari Kartini di Phinisi Point, Jumat (24/4/2026) sore.

Diskusi tersebut mengangkat isu politik dan perempuan di momen perayaan Hari Kartini.

Istri Anggota DPR RI Kamrussamad itu mencontohkan, perempuan yang menjalankan peran dalam rumah tangga sejatinya telah mempraktikkan politik dalam skala kecil. 

Mulai dari mengatur kebutuhan keluarga, memahami karakter suami dan anak.

Bahkan menciptakan keharmonisan, semuanya membutuhkan kemampuan manajemen yang matang.

“Di rumah tangga saja kita belajar memanage. Bagaimana membuat strategi agar tujuan tercapai, termasuk menghadirkan rumah tangga yang bahagia. Di situlah perempuan berperan,” jelasnya.

Menurut Anir, sapaan akrab Andi Nirawati, pengalaman tersebut menjadi dasar kemampuan politik yang dimiliki perempuan secara alami. 

Bahkan tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang politik, perempuan dinilai telah memiliki basic dalam menyusun strategi dan mengambil keputusan.

Ia menambahkan, tanpa pemahaman terhadap karakter anggota keluarga, sulit bagi seseorang mencapai tujuan bersama. 

Karena itu, pendekatan yang tepat dan strategi yang sesuai menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan dalam rumah tangga.

“Kalau kita tidak memahami karakter suami atau anak, lalu tidak punya strategi dalam mendampingi, maka tujuan tidak akan tercapai. Di situ egoisme bisa muncul,” kata perempuan kelahiran Pangkep, 19 Januari 1977 itu.

Lebih jauh, ia mengaitkan peran perempuan dengan fondasi kehidupan bernegara.

Ia mengutip pandangan Siti Hartinah yang menyebut perempuan sebagai tiang negara.

“Kalau perempuan rapuh, maka negara juga rapuh. Jadi kalau negara ingin maju, lihat juga bagaimana kondisi perempuannya,” ujar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Dalam perspektifnya, perempuan memiliki kekuatan pada aspek rasa yang melengkapi logika dalam proses pengambilan keputusan. 

Perpaduan antara rasa dan logika inilah yang dinilai mampu menciptakan keseimbangan, baik dalam keluarga maupun dalam politik.

“Perempuan itu menyempurnakan. Dalam politik, perempuan menjadi penyeimbang. Ada hal yang tidak cukup diselesaikan dengan logika, tetapi juga butuh rasa,” jelasnya.

Ia turut mengungkap pandangan yang menyebut rendahnya partisipasi perempuan dapat memicu potensi konflik.

Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan tidak bisa diabaikan dalam sistem sosial maupun politik.

Meski demikian, Andi Nirawati menekankan bahwa peran perempuan dan laki-laki bukan untuk saling dibandingkan, melainkan untuk saling melengkapi.

“Laki-laki dengan logika, perempuan dengan rasa. Keduanya harus berjalan bersama. Di situlah keseimbangan tercipta,” tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved