Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kemarau Sulsel

Makassar Mulai Siaga Kemarau Ekstrem

Kewaspadaan meningkat akibat potensi El Nino yang berpotensi menekan curah hujan di berbagai wilayah.

Tribun-timur.com/KASWADI
KEMARAU EKSTREM - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin ditemui di sela kunjungan ke latihan PSM Makassar di Stadion Kalegowa, Senin (6/4/2026) sore. Munafri Arifuddin menyatakan, kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. 

Menurut Fadli, peristiwa serupa pernah terjadi pada 1997, 2015, dan 2023.

Pada 2023 lalu, Makassar bahkan sempat menetapkan status darurat kekeringan.

“Ketika suhu laut memanas, maka potensi kekeringan panjang akibat El Nino sangat tinggi,” jelasnya.

BPBD Makassar kini telah memasuki tahap prasiaga sejak Maret hingga April.

Langkah itu dilakukan dengan survei lapangan untuk memastikan kondisi riil di wilayah rawan terdampak.

Sedikitnya enam kecamatan dipetakan berpotensi terdampak paling besar.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tallo, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan Ujung Tanah.

“Tallo menjadi salah satu wilayah paling rawan karena saat musim hujan pun masih mengalami kekurangan air,” ungkap Fadli.

Selain itu, Pemkot juga menggandeng sejumlah organisasi kemanusiaan dalam pengurangan risiko bencana.

Di antaranya PMI, Baznas, Dompet Dhuafa, Kalla Rescue, dan Bosowa Peduli.

“Kita bentuk operasi terpadu satu komando agar penanganan berjalan lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Pemkot Makassar berharap seluruh langkah tersebut mampu meminimalkan dampak kemarau ekstrem.

Pemerintah juga memastikan seluruh sumber daya disiapkan agar kota tetap tangguh menghadapi ancaman El Nino 2026.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved