Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wacana Pilkada Dipilih DPR Menguat, Panglimata: Jangan Salah Pilih Pemimpin

Ia menegaskan sikap loyal terhadap keputusan pimpinan pusat sekaligus mengajak masyarakat bersikap bijak dalam menyikapi dinamika politik.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
PILKADA LEWAT DPR - Ketua Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel), Mayejn TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, saat ditemui di Kantor Hanura Sulsel, Jl Kumala, Senin (13/4/2026). Andi Muhammad ingatkan bijak dalam memilih pemimpin. 

"Kenapa? Ini persoalan bangsa ini tidak bisa diselesaikan oleh segelintir orang. Ya semuanya, bukan hanya trias politika, eksekutif, legislatif, yudikatif. Tapi komponen bangsa lain, yang di luar ini, ini juga harus diberdayakan," kata dia.

Ia turut mengangkat nilai sejarah perjuangan rakyat hingga ke desa sebagai pengingat bahwa kekuatan bangsa lahir dari akar rumput.

“Kalau rakyat Indonesia kita ini mau maju, ya mari kita bersama-sama membangun. Di zaman perjuangan sama seperti itu. Jangan bilang sejarah perjuangan kita hanya yang berjuang itu di pusat," ungkapnya.

"Bayangkan di desa pun orang berdarah-darah, berkorban karena dia tidak mau tertindas, tidak mau dirampas hak-haknya," tambahnya.

Di era keterbukaan informasi saat ini, ia optimistis masyarakat semakin cerdas dalam mengikuti perkembangan politik.

"Teknologi sudah maju. Sampai ke pelosok-pelosok, sudah bisa setiap saat berita perang teluk itu, kebijakannya Donald Trump, detik ini bisa langsung kita lihat, oh ini. Seperti itu kan? Bagaimana perkembangan politik global, regional, nasional, apalagi di daerah, kita setiap saat bisa mudah kita baca," ujarnya.

Ia memberi peringatan tegas agar masyarakat tidak tergoda memilih pemimpin hanya karena faktor uang.

“Jadi, harus cerdas. Dan saya juga berharap masyarakat ini ke depan ini harus betul-betul mengingat bahwa kita ini si paka tau, si paka labi, si paka ingat, saling mengingatkan," jelasnya.

"Jangan sembarangan, milih pemimpin. Mohon maaf, nih. Kalau hanya pemimpin berdasarkan karena dia punya uang, katanya isi tas, kemudian beli suara, beli partai, tidak punya basic kepemimpinannya, tidak pernah ditempa jadi pemimpin, terus tiba-tiba jadi pemimpin, nah inilah kita akan merasakan penderitaan itu lima tahun," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved