Wacana Pilkada Dipilih DPR Menguat, Panglimata: Jangan Salah Pilih Pemimpin
Ia menegaskan sikap loyal terhadap keputusan pimpinan pusat sekaligus mengajak masyarakat bersikap bijak dalam menyikapi dinamika politik.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPR kembali mencuat dan menuai beragam respons.
Pemerintah pusat merencanakan pemilihan kepala daerah Provinsi hingga Kabupaten/Kota ditentukan legislatif.
Ketua Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel), Mayejn TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki merespon wacana itu, saat ditemui di kantor Hanura Sulsel, Jl Kumala, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan sikap loyal terhadap keputusan pimpinan pusat sekaligus mengajak masyarakat bersikap bijak dalam menyikapi dinamika politik.
Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin itu menegaskan posisinya sebagai kader partai yang akan tetap patuh terhadap keputusan pimpinan pusat.
"Wacana ini kan baru wacana pak ya, walaupun sudah banyak komentar. Ini bukan pendapat pribadi yang saya ukap," katanya.
Meski demikian, ia mengakui wacana tersebut memicu pro dan kontra di berbagai kalangan.
"Kalau saya pribadi, pertama saya katakan saya akan loyal terhadap BPP. Menunggu instruksi dari BPP," ungkapnya.
Dalam perjalanan demokrasi Indonesia, kata dia, istem pemilihan kepala daerah pernah dilakukan melalui DPR sebelum akhirnya beralih ke pemilihan langsung.
"Hanya karena berproses kita sekarang berubah. Sistem suksesi kepemimpinan di demokrasi kita ini," ujarnya.
Namun, bagi dirinya, persoalan utama bukan terletak pada sistem, melainkan kualitas pemimpin yang dihasilkan.
Pria dengan julukan Panglimata itu menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang benar-benar berpihak pada rakyat.
“Apapun pilihan ini, tentunya kita semua kalau itu yang terbaik bagi bangsa kita untuk melahirkan kepemimpinan baik secara nasional di provinsi maupun di lokal, kabupaten, kota, ya mari kita dukung, kita sukseskan kalau saya," jelasnya.
"Saya tidak ada masalah. Makanya Partai Hanura ini partai yang sangat terbuka. Tapi kita juga memperjuangkan hak-hak rakyat sesuai dengan visi-misi Partai Hanura,” tambah dia.
Andi Muhammad juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap daerah hingga pelosok, serta keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam pembangunan.
"Kenapa? Ini persoalan bangsa ini tidak bisa diselesaikan oleh segelintir orang. Ya semuanya, bukan hanya trias politika, eksekutif, legislatif, yudikatif. Tapi komponen bangsa lain, yang di luar ini, ini juga harus diberdayakan," kata dia.
Ia turut mengangkat nilai sejarah perjuangan rakyat hingga ke desa sebagai pengingat bahwa kekuatan bangsa lahir dari akar rumput.
“Kalau rakyat Indonesia kita ini mau maju, ya mari kita bersama-sama membangun. Di zaman perjuangan sama seperti itu. Jangan bilang sejarah perjuangan kita hanya yang berjuang itu di pusat," ungkapnya.
"Bayangkan di desa pun orang berdarah-darah, berkorban karena dia tidak mau tertindas, tidak mau dirampas hak-haknya," tambahnya.
Di era keterbukaan informasi saat ini, ia optimistis masyarakat semakin cerdas dalam mengikuti perkembangan politik.
"Teknologi sudah maju. Sampai ke pelosok-pelosok, sudah bisa setiap saat berita perang teluk itu, kebijakannya Donald Trump, detik ini bisa langsung kita lihat, oh ini. Seperti itu kan? Bagaimana perkembangan politik global, regional, nasional, apalagi di daerah, kita setiap saat bisa mudah kita baca," ujarnya.
Ia memberi peringatan tegas agar masyarakat tidak tergoda memilih pemimpin hanya karena faktor uang.
“Jadi, harus cerdas. Dan saya juga berharap masyarakat ini ke depan ini harus betul-betul mengingat bahwa kita ini si paka tau, si paka labi, si paka ingat, saling mengingatkan," jelasnya.
"Jangan sembarangan, milih pemimpin. Mohon maaf, nih. Kalau hanya pemimpin berdasarkan karena dia punya uang, katanya isi tas, kemudian beli suara, beli partai, tidak punya basic kepemimpinannya, tidak pernah ditempa jadi pemimpin, terus tiba-tiba jadi pemimpin, nah inilah kita akan merasakan penderitaan itu lima tahun," tambah dia. (*)
| Gunakan Identitas Palsu, WNA Ketahuan Ajukan Paspor RI di Makassar |
|
|---|
| Terus Meningkat, Pengguna wondr by BNI di BNI Wilayah 07 Makassar Capai 800 Ribu |
|
|---|
| PSM Makassar Panaskan Mesin Kembali Jelang Hadapi Borneo FC |
|
|---|
| Camat Manggala Perketat Pengawasan, Tiga Titik Rawan TPS Liar Dijaga Ketat |
|
|---|
| PSEL Makassar Raya Digenjot, Butuh Rp30 M untuk Pembebasan Lahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mayejn-TNI-Purn-Andi-Muhammad-Bau-Sawa-Mappanyukki.jpg)