Marak Siswa Naik Motor, Dewan Pendidikan Minta Pemerintah Sediakan Bus Gratis
Pada jam-jam sibuk pagi hari, deretan kendaraan roda dua dikendarai pelajar berseragam tampak memadati jalanan.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tentunya bagi Prof Arismunandar, kendaraan umum ini terpisah dari bus publik.
Sehingga lebih fokus dalam tugasnya mobilitas siswa sekolah.
"Dari pemerintah diharapkan menyediakan kendaraan gratis untuk melayani antar jemput siswa," kata Prof Arismunandar.
Selain itu, peran orang tua dinilai sangat krusial.
Banyak orang tua yang justru memberikan izin bahkan memfasilitasi anaknya membawa kendaraan bermotor ke sekolah, tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan maupun aturan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga harus makin tegas.
Bahkan bila diperlukan langsung menindak tilang setiap pelajar di bawah umur,
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menekan angka pelanggaran.
"Polisi lalu lintas juga diharapkan mensosialisaaikan aturan lalu lintas kepada siswa," kata Prof Arismunandar.
"Seharusnya begitu (ditilang) karena sudah jelas pelanggarannya," lanjutnya.
Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah fenomena ini dapat ditekan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Salah satu orangtua siswa Khadijah memilih memfasilitasi anaknya untuk berangkat sekolah dengan menggunakan ojek online.
"Saya ada motor di rumah, anak saya juga sudah pintar bawa. Tapi tetap saya larang di jalan umum. Apalagi ke sekolah. Lebih terjamin kalau saya fasilitasi naik ojol saja," ujar orangtua siswa kelas X ini.
Baginya, keselamatan anaknya lebih terjamin dengan menggunakan ojol.
Sebab ojol juga tentunya sudah memenuhi persyaratan berkendara di jalan umum.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Busana Warna-warni Jamaah Haji Kloter 4 Curi Perhatian saat Tiba di Makassar |
|
|---|
| Jamaah Haji Wajib Waspada, Ini 7 Gejala Penyakit Bisa Muncul Sepulang dari Tanah Suci |
|
|---|
| Hijaukan Kota Sengkang, TP PKK Wajo Gandeng DLH Tanam 5.000 Bibit Pucuk Merah |
|
|---|
| 'Alarm Keras' Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar Soroti Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS |
|
|---|
| Setahun Setelah Kunjungi Makassar, Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-Dewan-Pendidikan-Sulsel-Prof-Arismunanda.jpg)