Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jamaah Haji Wajib Waspada, Ini 7 Gejala Penyakit Bisa Muncul Sepulang dari Tanah Suci

Jamaah diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tertentu. 

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI 2026 - Suasana kedatangan jamaah haji klter 4 Debarkasi Makassar saat tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (3/52026). Jamaah haji diminta wasapadai 7 gejala penyakit ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR —  Jamaah haji diminta untuk mewaspadai berbagai penyakit usai pulang melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Adapun penyakit perlu di waspadai yakni demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare.

Hal itu diungkap oleh Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar, dr Muhammad Haskar Hasan, di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (4/6/2026).

Ia mengatakan pentingnya Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) sebagai instrumen deteksi dini penyakit menular yang berpotensi terbawa dari luar negeri.

Setiap jamaah haji, kata dia, wajib memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah tiba di tanah air. 

Masa tersebut merupakan periode inkubasi sejumlah penyakit menular yang perlu diwaspadai.

Jamaah diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tertentu. 

Kartu K3JH harus dibawa saat berobat agar tenaga kesehatan dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat.

Selain itu, ia mengingatkan jamaah terhadap gejala serius seperti kaku kuduk atau leher dan munculnya lesi maupun ruam pada kulit. 

“Kaku kuduk bukan sekadar pegal biasa," katanya kepada Triubun Timur.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi berbahaya seperti meningitis atau penyakit menular lainnya.

"Jika disertai demam tinggi, sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, atau ruam kemerahan di kulit, jamaah harus segera mendapat pertolongan medis,”  ungkapnya.

Ia menegaskan, K3JH bukan sekadar kartu administrasi, melainkan alat pemantauan kesehatan yang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit setelah kepulangan jamaah dari Arab Saudi.

Jemaah juga diimbau tetap menerapkan perilaku hidup sehat dengan menggunakan masker saat batuk, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan, serta segera berobat apabila mengalami keluhan kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved