Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Makassar Nilai TPA Tamangapa Lebih Efisien

Menurutnya, biaya tersebut dapat mencapai sekitar Rp20 miliar per tahun jika dilakukan pemindahan lokasi.

Tayang:
Tribun-timur.com
PENGOLAHAN SAMPAH – Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengadaan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar, Sabtu (4/4/2026). Kerja sama ini menjadi langkah awal pengelolaan sampah ramah lingkungan berbasis energi listrik. 

Ia menilai pembangunan PSEL merupakan kebutuhan mendesak bagi Makassar dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.

Teknologi pengolahan sampah, termasuk yang menghasilkan energi listrik, dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan.

Nasir berharap proyek PSEL dapat segera direalisasikan dengan memanfaatkan teknologi yang mampu mengolah sampah secara efektif.

Menurutnya, jika sampah dapat dikonversi menjadi energi listrik, maka hal tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat energi bagi masyarakat.

TPA Tamangapa

84 persen warga Makassar mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diusulkan Pemkot Makassar.

Dukungan ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap solusi jangka panjang dalam penanganan persoalan sampah di kota tersebut.

Pemkot mengusulkan kawasan TPA Tamangapa sebagai lokasi pembangunan PSEL atau PLTSa.

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras Md, menyatakan lokasi ini sejalan aspirasi mayoritas warga berdasarkan hasil survei.

Survei PPI mencatat 84 persen responden setuju agar proyek PSEL dilanjutkan atau dituntaskan.

Sementara itu, 3,8 persen tidak setuju, dan sisanya tidak memberikan jawaban.

Temuan tersebut dinilai mencerminkan kuatnya dukungan publik terhadap program tersebut.

Selain dukungan terhadap proyek, survei juga mengukur preferensi masyarakat terkait lokasi pembangunan.

Hasilnya, 43,3 persen responden memilih TPA Tamangapa sebagai lokasi paling tepat, dibandingkan opsi lain yang ditawarkan.

27,3 persen responden menginginkan proyek tetap berada di lokasi sebelumnya di Tamalanrea, 6,0 persen memilih lokasi alternatif lainnya, dan 23,3 persen tidak mengetahui atau tidak memberikan jawaban.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved