Headline Tribun Timur
Berburu Berkah Nikah di Bulan Syawal
Dalam rentang empat hari, sejak 22-25 Maret 2026, tercatat 168 pasangan mendaftarkan pernikahan.
“Semuanya memperkuat ikatan keluarga dan tanda syukur,” kata Ali.
Menghadapi lonjakan pendaftaran nikah, Kemenag memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
Ali mengaku telah menginstruksikan seluruh jajaran agar tetap sigap melayani masyarakat, bahkan sejak sebelum libur Lebaran.
“Kami sudah menginstruksikan sebelum libur Lebaran agar seluruh proses pendaftaran dan pencatatan nikah setelah Lebaran tetap ditangani dan dilayani,” jelasnya.
Kemudahan juga diberikan melalui layanan digital.
Kini masyarakat dapat mendaftar pernikahan secara online melalui aplikasi Simkah Kementerian Agama, tanpa harus datang langsung ke KUA.
“Apalagi sekarang proses pendaftaran dan pencatatan nikah sudah bisa diakses secara online melalui Simkah, sehingga lebih memudahkan masyarakat,” jelasnya.
Ali memastikan layanan tetap berjalan meski sebagian aparatur menerapkan sistem kerja fleksibel.
Sejak 25 Maret 2026, aparatur Kemenag mulai kembali bekerja, meski sebagian masih menjalankan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA).
Namun demikian, layanan yang bersentuhan langsung masyarakat, seperti pencatatan pernikahan, tetap dilaksanakan di kantor KUA.
“Saya harap dengan sistem ini, masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan seperti hari kerja normal. Insya Allah aparatur kami siap memberikan layanan,” katanya.
Berkah Syawal
Masyarakat Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, cenderung memilih melangsungkan pernikahan di bulan Syawal, setelah Hari Raya Idulfitri.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah pasangan yang mendaftarkan pernikahan di KUA setempat.
Kepala KUA Ulaweng, Muhammad Saleh, menyebut kondisi tersebut sebagai hal yang rutin terjadi setiap tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-28-Headline-Tribun-Timur-edisi-Sabtu-2832026.jpg)