Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Saribanong: Janda 61 Tahun Pengepul Botol Plastik di 3 Kanal Timur Kota

Tiga kanal di timur Kota Makassar, adalah "lumbung" sampah anorganik sekaligus sumber kehidupan janda empat anak ini.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
SAMPAH - Saribanong warga Tidung Timur, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, timur Makassar. Sudah 12 tahun hidup dari botol sampah. 

Ringkasan Berita:
  • Dua minggu kumpulkan sampah botol plastik, nenek 5 cucu ini bisa dapat Rp 40 hingga 50 Ribu.
  • Sampah botol plastik ini sudah ada pedagang pengepulnya dari Antang. 
  • Saribanong hanya keliling mengumpulkan lalu menunggu di rumahanya.

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Dua belas tahun sudah, Saribanong (61), hidup dari sampah botol plastik. 

Tiga kanal di timur Kota Makassar, adalah "lumbung" sampah anorganik sekaligus sumber kehidupan janda empat anak ini.

Dia memilih menetap bibir jalan  Inspeksi Kanal Tidung Timur.

Bermukim di bibir kanal Tidung Timur, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, timur Makassar, adalah takdir sekaligus keberuntungannya.

Rumahnya berhadapan dengan kanal yang tembus Jl Aroepala dan Tidung - Minasa Upa ini.

Tembok Komplek Puri Taman Sari, jadi pembatas rumah sementaranya.

Baca juga: Mulai Juli 2026, Kecamatan Mamajang Rencana Tolak Angkut Sampah Tak Terpilah

Tanah yang dia tempati bersama putra Bungsu dan cucunya ini adalah  kerelaan hati pemilik.

Ruas lahan sekitar rumahnya tak berpagar, memanjang di bahu jalan Inspeksi Kanal Tidung Timur.

Radius 100 meter dari rumah berdinding seng ini ada Jl Inspeksi Kanal II Borong, dan sekitar 300 meter di timur rumahnya, Jl Inspeksi Kanal Tamangapa Utara.

"Kalau sudah naik air, hujan pasti banyak botol akua," ujar wanita asal Bilibili, Pattalassang, Gowa ini.

Tiga kanal ini berada di perbatasan kecamatan Rappocini dan Manggala, dan sisi utara Kecamatan Sombaopu, Gowa.

Selain di tiga kanal, saban subuh dan sore dia juga keliling sejumlah blok di perumahan Puri Taman Sari,  Puri Permata Hijau, Taman Goseyen Indah dan perumnas Minasa Upa Blok AB. 

Karena sudah satu dekade menggeluti pekerjaan ini, satpam, ketua RT/RW, pengurus masjid dan warga komplek sekitar rumahnya ini sudah mengenal Saribanong.

Saat Tribun mampir di rumah panggung nenek 5 cucu ini, Kamis (28/5/2026) siang, dia lagi ditemani Rajab, si sulung.

"Masih 3 bulan ini Rajjab, bapaknya sudah meninggal kodong," ujar Saribanong menunjuk putranya yang kini tengah menyelesaikan studi di SMK 3, Jl Bonto Tangnga, Rappocini.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved