Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Minyak Melambung : Momentum Indonesia Percepat Transisi EBT

Direktur Eksekutif Green Diplomacy Network (GDN) Muh Zulhamdi Suhafid mendesak pemerintah segera mengambil langkah darurat

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
TRANSISI ENERGI - Direktur Eksekutif Green Diplomacy Network (GDN)  Muh Zulhamdi Suhafid. Konflik di Timur Tengah memantik harga minyak dunia melonjak. Sejumlah negara sudah menetapkan krisis energi. Momentum ini hendaknya membawa Indonesia mempercepat Transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) 

Investasi pun dikhawatirkan terdampak gejolak perekonomian ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel Asrul Sani menyebut investor kini sedang bimbang mengambil keputusan.

Hal itu wajar terjadi, mengingat dunia menghadapi ketidakpastian.

"Kalau saya pasti juga ada pengaruhnya. Jadi kan orang kalau mau modalnya itu melihat kondisi globalnya. Karena kan ujung-ujungnya kalau dibikin pabrik investasi kan ujung-ujungnya dia ekspor. Jadi paling tidak dia akan menunggu, dia wait and see, menunggu kondisi di Timur Tengah," kata Asrul Sani yang mengenakan kemeja putih saat ditemui di Lobby Utama Kantor Gubernur Sulsel.

Industri banyak mengandalkan minyak, namun kini terdampak dengan penutupan selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi jalur vital distribusi minyak mentah.

Sehingga baginya, kini sudah waktunya mendorong investasi pada Energi Baru Terbarukan (EBT)

"Sementara kita potensi EBT di Sulsel besar. Baik itu energi bayu, energi, hidro, surya, itu kita potensinya besar. Jadi kita mulai mendorong investasi atau pabrik-pabrik yang beroperasi di Sulsel itu menggunakan sumbernya dari energi baru dan terbarukan," kata Asrul Sani. 

Seperti misalkan energi baru melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto.

Dengan memaksimalkan EBT menghasilkan energi, maka dampak gejolak geopolitik tidak berdampak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved