PSBM XXVI
Dari Ayam hingga Kelapa, Sherly Tjoanda Paparkan Peluang Bisnis Malut ke Saudagar Bugis Makassar
Ajakan itu disampaikan Sherly Tjoanda saat menyampaikan succes story dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Saat ini satu hektare kebun kelapa rata-rata hanya ditanami 70 hingga 80 pohon, padahal idealnya bisa mencapai 120 pohon per hektare.
Seiring dengan peningkatan bibit dan pembangunan industri pengolahan, produksi kelapa diproyeksikan meningkat pesat.
Saat ini dua pabrik pengolahan kelapa telah beroperasi dan satu pabrik lainnya sedang dalam tahap pembangunan.
Produk yang dihasilkan antara lain coconut milk dan desiccated coconut yang diekspor ke China.
“Sekarang ekspor sekitar 300 kontainer per bulan. Jika pabrik ketiga selesai pada 2027, targetnya bisa mencapai 1.000 kontainer per bulan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sherly menegaskan Maluku Utara kini tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran Indonesia.
Menurutnya, provinsi tersebut tengah dibangun sebagai pintu gerbang ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.
“Kalau dulu orang bilang Maluku Utara itu di pinggiran timur Indonesia, sekarang kami branding sebagai gerbang ekonomi baru Indonesia Timur,” katanya.
Ia pun mengundang para saudagar Bugis untuk mengambil bagian dalam peluang ekonomi tersebut.
“Jika para pedagang Bugis siap, kami tunggu di Maluku Utara,” tutupnya. (*)
| Sosok 2 Gubernur Terkaya Indonesia Kumpul di Makassar Hadiri PSBM |
|
|---|
| Sosok Zainal Arifin Paliwang Jenderal Asal Makassar Pulang Kampung Demi PSBM |
|
|---|
| Tamsil Linrung Serukan Penguatan Jejaring Saudagar untuk Ekonomi Daerah Sulsel |
|
|---|
| Syahar Alrif Jajaki Kerja Sama Sherly Tjoanda, Sidrap Siap Kirim Telur untuk Warga Maluku Utara |
|
|---|
| Inilah Makanan Khas Makassar Disajikan Gala Dinner PSBM, Apa Dipilih Veronica dan Sherly Tjoanda? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260326_SHERLY-MAKASSAR_gubernur-malut-Sherly-Makassar.jpg)