Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Dari Halaman Rumah, Cara Nur Haedah Menyulap Sampah Jadi Cuan

‎Menurut Nur Haedah, cara tersebut dinilai lebih efektif karena warga bisa melihat langsung manfaat dari kegiatan yang dijalankan.

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
PROFIL RT - Ketua RT 005 RW 005 Kelurahan Rappojawa Nur Haedah berfoto sesaat setelah dilantik sebagai ketua RT oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Lapangan Karebosi pada 29 Desember 2025 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nur Haedah punya cara tersendiri dalam menjalankan program lingkungan agar diikuti warga di wilayahnya.

‎Langkah pertama yang dilakukan Ketua RT 005 RW 005 Kelurahan Rappojawa itu adalah memberi contoh secara langsung dengan memulai dari dirinya sendiri.

‎Perempuan kelahiran Makassar, 14 Agustus 1972 tersebut memilih mengerjakan lebih dahulu program yang ingin diterapkan, sebelum mengajak masyarakat ikut terlibat.

‎Menurut Nur Haedah, cara tersebut dinilai lebih efektif karena warga bisa melihat langsung manfaat dari kegiatan yang dijalankan.

‎"Saya mulai dulu dari diri sendiri, sebagai contoh," ujarnya kepada Tribun Timur, Minggu (26/4/2026). 

‎Salah satu program yang sedang ia jalankan saat ini adalah urban farming. 

‎Ia memanfaatkan halaman rumahnya untuk menanam berbagai jenis sayuran menggunakan botol-botol bekas.

‎Tanaman yang dibudidayakan antara lain pakcoy, cabai, dan daun bawang.

‎Ia menjelaskan, urban farming tersebut baru berjalan sekitar tiga pekan dan saat ini tanaman sudah mulai tumbuh dengan baik.

‎"Sudah tumbuh, sudah agak besar. Nanti kalau berhasil, baru saya terapkan ke warga," katanya.

‎Selain urban farming, Nur Haedah juga aktif mengembangkan kegiatan UMKM berbasis daur ulang sampah rumah tangga.

‎Berbagai limbah plastik seperti bungkus sabun dan kemasan bekas diolah menjadi barang bernilai ekonomis, seperti tas, topi pantai, hingga tempat tisu.

‎"Dari barang bekas bisa jadi produk yang punya nilai jual. Jadi sampah bisa jadi cuan," ucapnya.

‎Ia mengaku kerap mengajak warga datang ke rumah untuk belajar membuat kerajinan daur ulang. 

‎Kegiatan itu dilakukan secara santai menyesuaikan waktu luang warga.

‎"Siapa yang mau belajar, saya ajari. Biasanya sore hari kalau warga sempat datang," tuturnya.

‎Selain aktif sebagai Ketua RT, Nur Haedah juga memiliki usaha rumahan di bidang kuliner dan jasa menjahit.

‎Untuk usaha kuliner, ia menerima pesanan berbagai jenis makanan seperti kue, pastry, nasi dos, serta aneka hidangan rumahan sesuai permintaan pelanggan.

‎"Kalau ada yang pesan baru saya siapkan," katanya.

‎Sementara usaha jahit, ia lakukan di sela waktu luang mengerjakan pesana yang masuk. Pesanan tersebut berasal dari warga sekitar. 

‎Wilayah yang dipimpinnya sendiri terdiri dari sekitar 32 kepala keluarga dengan 25 rumah. 

‎Menurutnya, respons warga terhadap berbagai program lingkungan yang dijalankan cukup baik.

‎Ia berharap semangat dan antusias warga semakin bertumbuh. Semangat untuk mandiri dan memberdayakan. 

‎"Alhamdulillah, warga mendukung. Mereka termotivasi memanfaatkan waktu luang, membuat daur ulang, dan memanfaatkan sampah," katanya.


‎Nama: Nur Haedah
‎Jabatan: Ketua RT 005 RW 005 Kelurahan Rappojawa
‎Tempat Tanggal Lahir: Makassar, 14 Agustus 1972
‎Alamat: Jalan Muhammad Jufri 4 Nomor 30
‎Pendidikan: S1 Hukum Islam IAIN Alauddin Makassar
‎Pekerjaan: Ketua RT dan Wirausaha
‎Hobi: Olahraga sepeda
‎Jumlah penduduk: 32 KK

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved