Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSBM XXVI

Dari Ayam hingga Kelapa, Sherly Tjoanda Paparkan Peluang Bisnis Malut ke Saudagar Bugis Makassar

Ajakan itu disampaikan Sherly Tjoanda saat menyampaikan succes story dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
SHERLY TJOANDA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dalam sesi diskusi pertama Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026). Ia merasa bangga jadi kepala daerah berdarah Sulawesi Selatan. 

 


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Gubernur Sulawesi Selatan, Sherly Tjoanda mengajak para saudagar Bugis untuk berinvestasi di Maluku Utara.

Sherly menyebut, Maluku Utara sedang mengalami momentum pertumbuhan ekonomi sangat tinggi.

Ajakan itu disampaikan Sherly Tjoanda saat menyampaikan succes story dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

Dalam paparannya, Sherly menyebut pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada 2025 menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara year on year mencapai 34 persen, tertinggi se-Indonesia. Ini terjadi karena hilirisasi nikel,” ujarnya.

Menurut Sherly, provinsi yang dipimpinnya memproduksi sekitar 40 hingga 50 persen nikel Indonesia, bahkan sekitar 20 persen dari produksi nikel dunia.

Baca juga: Sherly Tjoanda Cerita Masa Sulit Ayahnya di Makassar: Makan Nyuknyang Kuah Banyak, Nasi 2 Piring

PSBM XXVI - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda foto bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Kamis (26/3/2026). Di panggung PSBM, Sherly menceritakan bagaimana ayahnya lahir dan besar di Makassar.
PSBM XXVI - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda foto bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Kamis (26/3/2026). Di panggung PSBM, Sherly menceritakan bagaimana ayahnya lahir dan besar di Makassar. (Tribun-timur.com/Siti Aminah)

Namun di balik pertumbuhan tersebut, ia mengakui pembangunan di Maluku Utara masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pemerataan ekonomi dan kesiapan sektor pendukung.

Ia menjelaskan, kebutuhan pangan dan logistik di wilayahnya masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Sekitar 80 persen kebutuhan Maluku Utara masih dipasok dari luar, terutama dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan,” katanya.

Karena itu, Sherly secara khusus mengundang para pengusaha Bugis yang memiliki pengalaman dalam perdagangan, pelayaran, logistik hingga sektor peternakan untuk melihat langsung peluang usaha di daerahnya.

Peluang besar sektor pangan

Sherly memaparkan sejumlah peluang investasi yang menurutnya masih terbuka lebar di Maluku Utara.

Untuk sektor peternakan ayam misalnya, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, kebutuhan ayam mencapai sekitar 25.000 ton per tahun.

Dengan asumsi harga Rp40 ribu per kilogram, nilai pasar ayam di Maluku Utara diperkirakan mendekati Rp1 triliun.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved