Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSBM XXVI

Sosok Zainal Arifin Paliwang Jenderal Asal Makassar Pulang Kampung Demi PSBM

Zainal Arifin Paliwang membedah mendalam falsafah “Siri’ Na Pacce” bukan sekadar slogan, melainkan kompas moral

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
Brigadir Jenderal Polisi Zainal Arifin Paliwang saat masih berseragam polisi dan jadi pembicara di PSBM. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang pulang kampung ke Sulsel menghadiri PSBM
  • Ia lahir dan menempuh pendidikan menengah di Kota Makassar
  • Zainal Arifin Paliwang ikut jadi pembicara di forum PSBM XXVI

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Brigadir Jenderal Polisi Zainal Arifin Paliwang salah satu putra Sulsel punya karier cemerlang di luar.

Saat ini Jenderal Asal Makassar itu menjabat Gubernur Kalimantan Utara untuk periode kedua.

Latar belakangnya jenderal polisi. Pangkat terakhirnya bintang satu.

Ia pernah menjabat Wakapolda Kaltara.

Panggung Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-XXVI tahun 2026 riuh oleh visi besar Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum.

Mengusung tema besar “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, Zainal tampil sebagai narasumber kunci di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026). 

Di hadapan ratusan pengusaha perantau, ia tidak sekadar memaparkan angka-angka pertumbuhan, melainkan menyuntikkan filosofi kepemimpinan berbasis akar budaya sebagai motor penggerak ekonomi masa depan di beranda utara Indonesia.

Dalam orasinya, tokoh kelahiran Makassar ini membedah mendalam falsafah “Siri’ Na Pacce” bukan sekadar slogan, melainkan kompas moral dalam menjalankan roda pemerintahan dan bisnis.

Bagi Zainal, integritas, keberanian, dan rasa malu jika tidak berprestasi adalah fondasi bagi lahirnya saudagar yang tahan banting. 

Ia menegaskan di era disrupsi global, nilai-nilai tradisional Bugis-Makassar justru menjadi modal sosial paling mahal untuk membangun kepercayaan (trust) di mata investor dan mitra strategis internasional.

Mantan Wakapolda Kaltara ini juga menekankan sebuah pesan kuat: "Kesuksesan adalah buah dari keberanian menembus batas." Ia berbagi refleksi bahwa pemimpin sejati tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari kemampuan mengubah tantangan di wilayah terpencil menjadi peluang emas. 

Ketangguhan ekonomi Kaltara saat ini, menurutnya, merupakan hasil dari konsistensi menjaga prinsip sipakatau (saling memanusiakan) dan sipakainge (saling mengingatkan) dalam setiap pengambilan kebijakan publik.

Menengok potensi wilayah, Zainal memaparkan betapa strategisnya Kalimantan Utara yang memiliki luas 75.467,70 km⊃2;. Sebagai provinsi yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia, Kaltara bukan lagi "halaman belakang" Indonesia yang sunyi, melainkan gerbang depan ekonomi Nusantara. 

Letak geografis yang unik ini menjadikan Kaltara sebagai titik temu kolaborasi lintas batas yang siap memicu pertumbuhan ekonomi inklusif melalui proyek-proyek strategis nasional maupun regional.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved