Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Digitalisasi Bansos, 400 Ribu KK di Makassar Akan Didata Ulang

Pendataan ulang dilakukan setelah Makassar ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) digitalisasi bansos. 

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
DIGITALISASI BANSOS - Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie diwawancara di Makassar, beberapa waktu lalu. Makassar ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) digitalisasi bansos. 

Selain itu, keterlibatan RT RW dinilai penting karena mereka dianggap paling mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat di lingkungannya. 

Dukungan dari PPPK juga akan memperkuat proses pendataan agar berjalan maksimal.

Digitalisasi diharapkan dapat memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial yang selama ini masih kerap menjadi sorotan. 

Dengan sistem baru, pemerintah berharap tidak lagi terjadi kesalahan penyaluran bansos, seperti warga yang seharusnya tidak berhak tetapi menerima bantuan.

"Tidak ada mi lagi bilang yang ini dapat padahal masuk desil ini, ternyata dia masuk desil 6 dia dapat, tidak ada lagi seperti itu," tegas Bukti.

Data penerima bansos nantinya akan disesuaikan dengan kategori dalam Data Tunggal Sosoal Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Dalam skema tersebut, penerima bantuan berada pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Yakni desil satu hingga desil empat.

Dengan pendataan digital ini, pemerintah berharap proses verifikasi data penerima bansos dapat dilakukan lebih transparan, akurat, dan mampu meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan di masa mendatang.

Kementerian Sosial (Kemensos) menarget 40 daerah jadi percontohan dalam penerapan sistem digital untuk penyaluran bantuan sosial atau digitalisasi bansos. 

"Ini uji coba dan tahun ini (digitalisasi bansos) akan dikembangkan di 40 kabupaten/kota. Yang sudah selesai di Kabupaten Banyuwangi, sekarang masih dalam tahap finalisasi, InsyaAllah tahun ini akan ditambah di 40 kabupaten/kota," ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Digitalisasi bansos menjadi upaya pembenahan basis data penerima bantuan. Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan akurasi data sekaligus memastikan bansos lebih tepat sasaran.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved