Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Digitalisasi Bansos, 400 Ribu KK di Makassar Akan Didata Ulang

Pendataan ulang dilakukan setelah Makassar ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) digitalisasi bansos. 

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
DIGITALISASI BANSOS - Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie diwawancara di Makassar, beberapa waktu lalu. Makassar ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) digitalisasi bansos. 

Ringkasan Berita:
  • 400 ribu KK di Makassar didata ulang melalui sistem digital setelah ditunjuk sebagai pilot project nasional pembaruan data bansos.
  • Pendataan mulai April, melibatkan RT/RW dan PPPK sebagai agen lapangan.
  • Digitalisasi bansos meningkatkan akurasi data, agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran dan tidak lagi terjadi salah penerima.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 400 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan akan didata ulang melalui sistem digital sebagai bagian dari program pembaruan data bantuan sosial (bansos) yang digagas pemerintah pusat.

Pendataan dilakukan setelah Makassar ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) digitalisasi bansos. 

Program bertujuan memperbarui data penerima bansos agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie mengatakan seluruh data keluarga di Makassar akan diperbarui menggunakan aplikasi digital yang disiapkan pemerintah pusat. 

Proses pendataan ulang dijadwalkan berjalan April.

Dalam prosesnya, pemerintah akan melibatkan berbagai unsur di tingkat lokal. 

Mulai dari ketua RT RW hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Mereka akan berperan sebagai agen pendata di lapangan untuk memastikan data masyarakat yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi riil.

"Makassar akan menjadi pilot project untuk pendataan kembali secara digital. Nanti ada aplikasi dari pusat dan akan dilakukan bimbingan teknis bagi para agen yang terlibat," kata Andi Bukti, baru-baru ini. 

Baca juga: Utamakan yang Lebih Membutuhkan, RT 003 Kalukuang Salurkan Bansos Secara Objektif

Seluruh data akan diperbarui melalui sistem digital agar lebih valid dan terintegrasi.

Skema pendataan juga sudah disiapkan. 

Setiap agen akan bertanggung jawab mendata sekitar 100 kepala keluarga. 

Dengan cara ini, proses pembaruan data diharapkan berjalan lebih sistematis dan cepat.

"Nanti kita akan ada struktur di Banyuwangi, karena yang di Banyuwangi sudah melakukan itu," kata Andi Bukti. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved