TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga Balang Baru, Suci Widya Lestari mengapresiasi tindak lanjut cepat aplikasi Lontara+ terkait aduannya mengenai septic tank buntu di rumahnya.
Septic tank tersebut diketahui telah buntu sejak 13 tahun terakhir.
Namun selama ini, ia mengaku terkendala biaya untuk melakukan penyedotan.
Berkat layanan melalui aplikasi Lontara+, penyedotan akhirnya dapat dilakukan dengan biaya lebih murah, yakni Rp325 ribu.
"Rp325 ribu, kalau swasta biasanya lebih mahal," ujar Suci.
Kini septic tank di rumahnya telah bersih dan kembali berfungsi dengan baik setelah dilakukan penyedotan.
"Sangat mengapresiasi karena sangat tanggap dan cepat," katanya.
Suci mengungkapkan, dalam proses pelaporan tersebut dirinya dibantu Ketua RT 003 RW 005, Sakdinar.
Ia mengaku sebenarnya telah mengetahui keberadaan aplikasi Lontara+, namun belum memahami tata cara pelaporannya.
"Saya koordinasi sama Bu RT untuk tanya cara melapor," ucapnya.
Sakdinar kemudian memfasilitasi pelaporan kebutuhan sedot tinja itu menggunakan telepon genggam miliknya melalui aplikasi Lontara+.
Laporan tersebut disampaikan sekitar pukul 16.00 Wita, Senin (25/5/2026). Tidak sampai 24 jam, aduan tersebut langsung ditindaklanjuti pada Selasa (26/5/2026) siang.
"Sangat cepat responnya, tidak sampai satu kali 24 jam," ujar Sakdinar.
Ia mengatakan, bukan hanya kali ini dirinya menyampaikan pengaduan melalui aplikasi Lontara+.
Menurutnya, sudah dua kali ia melaporkan persoalan layanan publik dan seluruhnya mendapat respons cepat dari pihak terkait.
"Saya pernah laporkan terkait sambungan PDAM yang bocor, direspon cepat juga, terus pernah juga adukan lampu jalan yang mati," katanya.
Karena itu, Sakdinar mengapresiasi respons cepat dan penanganan yang dinilainya prima dari layanan pengaduan melalui aplikasi Lontara+.
"Ini aplikasi yang sangat membantu warga dan sangat mendukung kerja RT/RW," ucapnya.