Tempuh 731 Kilometer, Ayah 71 Tahun Datang ke Makassar Cari Putrinya, Laporan Ditolak Polisi
Namanya Hamzah Sahari (71), warga Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Seorang ayah lanjut usia berjalan pelan di sudut-sudut Kota Makassar. Wajahnya terlihat lelah, namun harapan masih tersisa di matanya.
Namanya Hamzah Sahari (71), warga Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.
Sudah lima hari ia berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Di usia yang tak lagi muda, Hamzah rela terbang sejauh sekitar 731 kilometer dari kampung halamannya.
Tujuannya hanya satu: mencari putri sulungnya yang hilang kontak.
Putri yang ia cari bernama Siti Sahadi Sahari (28).
Datang ke Makassar Demi Anak
Siti diketahui bekerja sebagai manajer salah satu restoran F&B di Kota Makassar.
Awalnya, Siti mendaftar kerja di cabang restoran yang sama di Gorontalo pada April 2025.
Setelah lolos seleksi, ia bersama sembilan orang lainnya dikirim ke Makassar untuk mengikuti pelatihan selama tiga bulan.
“Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo,” kata Hamzah dengan suara lirih saat ditemui wartawan di Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (12/3/2026).
Usai pelatihan, Siti dipercaya menjadi manajer restoran di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, pada Agustus 2025.
Awalnya komunikasi dengan keluarga di Gorontalo berjalan lancar.
Namun memasuki September 2025, semuanya berubah.
Nomor telepon Siti tiba-tiba tidak aktif. Sejak saat itu keluarga tidak lagi bisa menghubunginya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/AYAH-CARI-ANAK-Hamzah-Sahari-71-asal-Gorontalo.jpg)