Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teror Molotov di Depan Pos Sekuriti UNM, 2 Mahasiswa Sintalaras Luka Bakar

Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku diperkirakan sekitar 10 orang yang berboncengan motor.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
REKAMAN CCTV - Tangkapan layar rekaman CCTV penyerangan molotov di depan gerbang sekuriti Kampus UNM, Jl Pendidikan, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (11/3/2026) dini hari. Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku diperkirakan sekitar 10 orang yang berboncengan motor. 

Akibat kejadian tersebut, seorang mahasiswa mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Polisi menduga serangan dipicu konflik antar kelompok mahasiswa yang sebelumnya terlibat saling ejek.

Sekretariat Mahasiswa Unismuh Dilempari Molotov

Kasus serupa kembali terjadi pada 3 November 2025.

Sekretariat mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, dilempari bom molotov oleh dua orang pelaku yang datang menggunakan sepeda motor.

Saat kejadian, sejumlah mahasiswa sedang berkumpul dan mengerjakan tugas di sekretariat tersebut.

Tiba-tiba pelaku melemparkan molotov yang memicu ledakan dan kobaran api.

Akibat insiden itu, seorang mahasiswa berinisial EH (19) mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis.

Dua Kelompok Bocah Saling Serang Molotov

Pada 15 September 2025, dua kelompok anak terlibat saling serang menggunakan bom molotov di Jalan Monginsidi Baru, Blok AB8, Balla Parang, Kecamatan Rappocini.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang pelaku yang masih berusia 12 tahun.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan penggunaan bom molotov bahkan melibatkan anak di bawah umur.

Pernah Terjadi Saat Demo Besar

Selain kasus-kasus tersebut, penggunaan bom molotov juga sempat terjadi dalam kerusuhan saat demonstrasi besar di Makassar pada 30 Agustus 2025.

Dalam aksi tersebut, demonstran melemparkan bom molotov dan membakar sejumlah kendaraan serta bangunan di sekitar kantor DPRD.

 Insiden kebakaran yang terjadi saat kerusuhan dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Serangkaian kasus tersebut menunjukkan penggunaan bom molotov masih menjadi ancaman serius di Kota Makassar.

Bom molotov kerap muncul dalam berbagai konflik, mulai dari kriminal jalanan hingga aksi massa. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved